Warta

Makanan Lebaran Banyak Mengandung Lemak dan Gula, Jaga Diri Jangan Asal Makan

catrawarta.com — Sajian makanan Lebaran meman enak-enak, lezat dan menggoda selera. Mulai dari camilan ringan emping goreng, kacang goreng, jenang dodol, ketan...

DAGING: Ilustrasi makanan mengandung banyak lemak.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comSajian makanan Lebaran meman enak-enak, lezat dan menggoda selera. Mulai dari camilan ringan emping goreng, kacang goreng, jenang dodol, ketan manis legit, opor ayam, sambal goreg hati dan banyak lagi. Tidak ada yang tidak enak, semua begitu menggugah nafsu makan.

Kebanyakan sajian makanan berat mengandung santan dan minyak. Tak sedikit yang setelah Lebaran mengeluh asam urat naik, kolesterol melonjak, badan pegal linu, bahkan tensi darah pun ikut naik. Tak ketinggalan yang punya diabetes juga terancam merangkak kalau tak hati-hati.

Selain menu daging unggas, banyak pula yang memasak daging merah berkaki empat. Ada sapi dan kambing yang memang lezat. Bisa dimasak opor atau rendang yang terasa nendang. Belum lagi kalau dibuat gulai atau tongseng dengan santan kental, pasti sangat legit.

Namun jangan asal makan, dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Dr Endy Triyannanto mengungkapkan konsumsi olahan daging dan telur tetap tinggi karena banyak keluarga menyantap hidangan seperti sate kambing, tongseng, opor ayam, gulai daging, hingga telur balado.

”Pola konsumsi yang berlangsung beberapa hari sampai minggu ini perlu diperhatikan karena sebagian besar menu Lebaran mengandung lemak jenuh, minyak, gula, atau garam yang cukup tinggi,” papar Edy.

Kolesterol dan Tekanan Darah Naik

Menurut Endy, konsumsi daging dan telur tidak menjadi masalah selama pengolahannya tidak menambah berat beban metabolik tubuh. Rendang, opor, ataupun telur balado dan lainnya merupakan sumber protein bagus.

Kendati demikian, jelasnya, tantangan muncul ketika dikonsumsi berulang dengan teknik memasak bersantan, digoreng, atau menggunakan bumbu tinggi garam. Bahkan kalau perlu menambah kecap banyak-banyak agar terasa manis asin.

”Nahh…kebiasaan makan hidangan sisa lebaran dari pagi hingga malam dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, dan total energi harian tanpa disadari,” ujarnya.

Ia memberi saran untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya mulai menyeimbangkan pola makan dengan memperbanyak sayuran, buah, dan air putih serta memberi jeda tubuh dalam mencerna makanan.

Di samping itu, ia juga menyarankan memilih metode memasak yang lebih ringan seperti merebus, mengukus, atau memanggang, serta tidak menyajikan daging atau telur setiap waktu. Bukan berarti menghindari produk ternak namun mengatur pola dan porsinya. Ketika pola makan dan porsinya seimbang, tentu masih aman. Selamat menikmati hidangan serba lezat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *