catrawarta.com — Libur lebaran tahun ini bakal ditangkap sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemda setempat menargetkan tambahan PAD dari sektor pariwisatam yakni sebesar Rp1,7 miliar selama libur Lebaran 2026.
Target tersebut diproyeksikan dari kunjungan sekitar 93.191 wisatawan ke berbagai destinasi wisata di wilayah Gunungkidul. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Perhubungan, Polres Gunungkidul, BPBD, Satlinmas Rescue Istimewa serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Menurut Nanang, target kunjungan tahun ini sedikit lebih rendah dibanding periode lebaran tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 ribu wisatawan.
Hal tersebut disebabkan durasi libur Lebaran 2026 relatif singkat, yakni sekitar lima hari pada 20–25 Maret. Dari target kunjungan tersebut, Pemkab Gunungkidul berharap memperoleh tambahan PAD dari retribusi kawasan wisata sebesar Rp1.701.128.700.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama masa liburan. Pelaku wisata diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama pada objek wisata berbasis air seperti Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk dan Cave Tubing Kalisuci. “Jika terjadi hujan deras atau potensi banjir, objek wisata tersebut akan ditutup sementara demi keselamatan pengunjung,” katanya.

Soal Kuota Haji yang Menyeret Yaqut Diduga Ada ‘Rekayasa’ Aturan 