catrawarta.com — Aksi pengejaran warga terhadap pelaku dugaan pencurian tabung gas elpiji tiga kilogram dengan kendaraam bermotor dari jalanan Dlingo Bantul hingga masuk ke wilayah Kota Yogyakarta, viral di media sosial akhir pekan ini, Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam aksi pengejaran yang terekam CCTV itu berlangsung dramatis karena baik warga dan terduga pelaku memacu motornya dengan kecepatan tinggi mirip aksi balap Moto GP. Melintasi jalanan berkelok yang beraspal mulus.
Dalam kejar-kejaran itu pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki Nex warna hijau sempat terjatuh namun berhasil melarikan diri. Sementara tabung gas curiannya berhasil diamankan warga.
“Sebenarnya peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa 21 Juli 2026 lalu,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Jumat, 24 Juli 2026.
Namun rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi serta rute pengejaran pelaku berjarak cukup jauh tersebut lantas menyebar luas hingga menjadi perhatian netizen.
”Kasus itu sudah kami terima laporannya, terkait dugaan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di wilayah Dlingo, saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” kata dia.
Ia membeberkan, setelah aksinya terpergok warga, pelaku sempat dikejar hingga keluar wilayah Bantul.
“Saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan dan anggota kami masih terus melakukan pencarian,” ujar Rita.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku disinyalir merupakan spesialis yang sudah beberapa kali melancarkan aksi serupa di kawasan Dlingo, sehingga sebagian warga lokal telah mengenali ciri-cirinya.
”Pelaku diduga merupakan orang yang sama dengan beberapa kasus pencurian tabung gas sebelumnya. Karena itu, ketika warga melihat kendaraan dan ciri-ciri pelaku, mereka langsung berusaha menghentikan dan mengejarnya,” jelas Rita.
Berdasarkan rekaman CCTV, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 11.57 WIB saat pelaku mengendarai sepeda motor Suzuki Nex berwarna hijau kombinasi putih melintas di Jalan Cino Mati, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo.
Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku nekat menggasak satu tabung gas elpiji tiga kilogram milik Timbul Budiyono, seorang warga berusia 53 tahun yang bertempat tinggal di Koripan 2, Dlingo, Bantul.
Usai mengembat barang curian tersebut, pelaku berupaya kabur melintasi rute Jalan Imogiri-Dlingo. Pengejaran oleh warga yang mengenali ciri-ciri pelaku mulai memanas sekitar pukul 13.50 WIB.
Di kawasan Kaliurang, Jalan Imogiri-Dlingo, salah seorang warga sempat memepet kendaraan pelaku hingga terjatuh.
“Tabung gas yang dibawa pelaku juga ikut terlepas di lokasi, tetapi pelaku kembali bangkit dan melanjutkan pelariannya,” terang Rita.
Aksi kejar-kejaran berkecepatan tinggi tersebut berlanjut menembus batas wilayah hingga memasuki kawasan Giwangan, Kota Yogya.
Meskipun warga terus membuntuti dengan ketat, pelaku berhasil meloloskan diri dan kehilangan jejak di area tersebut.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan satu unit ponsel pintar merek Samsung A13 milik terduga pelaku yang tertinggal di wilayah Dusun Pencil, Kalurahan Mangunan.
”Barang tersebut saat ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan,” tutur Rita.
Selain mengusut kejadian tersebut, penyidik juga terus memverifikasi informasi mengenai dugaan hilangnya dua tabung gas elpiji tiga kilogram lainnya di wilayah Dlingo untuk mendalami keterlibatan pelaku yang sama.
Seluruh informasi yang berkembang masih didalami. Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Kami berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan atau identitas pelaku segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat,” kata Rita.
Pihak kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan serta melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.
”Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam membantu mengungkap tindak pidana. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mengambil tindakan yang berisiko membahayakan keselamatan,” kata dia.
“Mohon percayakan proses penanganannya kepada kepolisian sehingga pelaku dapat ditangkap sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Rita.

Di Balik Suara MC Tedhak Siten, Menjaga Makna Tradisi di Tengah Perayaan yang Kian Modern 