catrawarta.com — Ledakan Gedung Amunisi di Madiun menyita perhatian banyak pihak. Termasuk anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin yang ikut angkat bicara perihal peristiwa dengan satu korban jiwa ini.
Secara terang-terangan, dia meminta agar tim investigasi TNI AD mengusut tuntas secara komprehensif penyebab dari ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7) lalu.
“Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,”
Menurutnya, usia dan kondisi dari amunisi yang disimpan ini juga perlu diteliti secara mendalam. Dia menduga, penyebabnya bisa jadi lantaran amunisi tersebut kadaluwarsa sehingga labil dan memicu ledakan.
Selain itu, dia menilai kelalaian manusia hingga prosedur bisa juga menjadi faktor penyebab di balik tragedi yang tak diinginkan itu. Sebab, penempatan gudang amunisi yang cukup dekat dengan pemukiman ini berisiko tinggi.
“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” tambahnya.
Hasil dari investasi mendalam ini, dia berharap agar bisa digunakan untuk menciptakan kebijakan soal gudang amunisi yang aman. Buntutnya, kejadian serupa tak akan kembali terulang hingga menyebabkan korban jiwa.
“Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tandasnya.
Ledakan di Gedung Amunisi Madiun
Sebelumnya, Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Puspalad TNI AD di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikabarkan meledak pada Kamis (16/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden ledakan yang terjadi saat pemeriksaan dan perawatan amunisi ini mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan enam lainnya luka-luka.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan pers sercara langsung mengungkapkan insiden terjadi saat personel melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu Gudang penyimpanan. Korban yang terluka kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus prosedural dan berjenjang,” papar Donny.
TNI AD telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap para korban. Pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit serta memberikan dan membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman kasus.
“Tim investigasi sudah dibentuk dan sudah berangkat menuju ke tempat kejadian. TNI AD berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban dan investigasi berjalan sebaik-baiknya,” tegas Donny.

Pembatasan Media Sosial, Tak Harus Menutup Akses Tetapi Meminimalisir Dampak Negatif 