catrawarta.com — Tahun Ajaran Baru 2026/2027 bakal resmi dimulai pada hari ini, Senin (13/7). Bagi siswa baru, Senin ini menjadi hari pertama sekolah yang menandai momen dari petualangan baru.
Hari pertama bisa menimbulkan kesan baik jika anak memiliki pengalaman yang menyenangkan saat memasuki ruang kelas di hari pertama. Tentu saja, guru dan orangtua perlu memberikan pendampingan secara penuh agar anak bisa melewati proses adaptasi dan memiliki ruang interaktif yang menyenangkan.
Disebut psikolog Nurul Firdausi, masa adaptasi di hari pertama sekolah ini bahkan penting. Jika di momen awal anak bisa menyesuaikan diri, maka anak akan lebih siap untuk proses belajar di masa akan datang.
“Masa transisi ini penting. Ketika anak bisa menyesuaikan diri, selanjutnya dia akan lebih mudah mengikuti proses belajar dan sekolah dengan menyenangkan,” jelasa Nurul dalam program Talkshow Keluarga Sehat oleh Kementerian Kesehatan RI, dikutip dari RRI, Senin (13/7).
Selain itu, Nurul juga menganjurkan setiap orangtua untuk memperkenalkan lingkungan sekolah terlebih dahulu sebelum anak menginjakkan kaki pertama kali. Dia juga menyarankan agar orangtua tetap tenang, fokus, dan ikut berbahagia pada saat menyaksikan anak masuk hari pertama sekolah.
Nurul menilai, respon orangtua yang tenang dan tidak panik saat menyaksikan anak menangis di hari pertama sekolah juga perlu dilakukan. Sebab, sejatinya anak menangis baginya merupakan hal yang wajar sebagai bentuk adaptasi awal dalam situasi baru.
“Yang penting itu respons orang tuanya. Anak butuh melihat orang tuanya tenang agar dia juga lebih mudah beradaptasi,” katanya.
Soal perpisahan, Nurul memberikan tips agar anak juga tidak terlalu cemas saat hari pertama masuk sekolah. Sebaiknya, orangtua juga tidak terlalu memberikan ungkapan perpisahan yang terlalu panjang dan lama.
Hal ini disebutnya cenderung membuat sang anak merasa jika sekolah merupakan jurang pemisah dari interaksinya dengan orangtua.
Sikap para guru saat menyambut siswa baru di hari pertama sekolah juga perhatian utama dari salah satu Guru SD Labschool Unesa 1, Nurul Afidah. Menurut Nurul Afidah, guru juga tak luput perlu memberikan suasana yang nyaman bagi para siswa untuk menjalani adaptasi yang menyenangkan.
“Ciptakan suasana hangat dan menyenangkan terlebih dahulu. Ini dapat dibangun dengan menyambut anak dengan senyum dan memanggil namanya,” ungkap Nurul Afidah dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman resmi Labschool Unesa, Senin (13/7).
Guru juga perlu aktif memberi sikap suportif terhadap masing-masing siswa untuk membantu mereka cepat beradaptasi. Guru bisa mengenalkan anak dengan anak yang lainnya dalam interaksi hangat dan menyenangkan.
Selain itu, apresiasi dan afirmasi mengenai sikap anak yang manis juga bisa dilakukan. Terakhir, guru bisa selalu menganggap diri sendiri sebagai orang tua anak yang harus memberi perhatian penuh.
“Guru juga perlu memposisikan diri sebagai orang tua mereka di sekolah, yang siap membantu anak kapanpun diperlukan,” tandas Nurul Afidah.

Siapa Tan Kian, Saksi di Pusaran Kasus Febrie Adriansyah? 