Catra Cendekia, Warta

Muhammadiyah Sapen Universal School, Tonggak Pendidikan Holistik

Muhammadiyah resmi mendirikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Bantul. Sekolah dasar unggulan berkonsep holistik dan berstandar internasional.

Official signs a document on a glass topped podium during a formal ceremony with several men in batik and traditional caps standing behind him
PERESMIAN: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menandatangani prasasti pendirian Muhammadiyah Sapen Universal School. (Sumber: dok Muhammadiyah)

catrawarta.comMuhammadiyah mendirikan sekolah dasar dengan pendekatan holistik di Tamantirto, Kasihan, Bantul. Pendirian tersebut sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan sekolah bermutu tinggi, unggulan yang menjadi dambaan orangtua.

Sekolah tersebut nantinya tidak hanya fokus pada prestasi akademik tetapi juga dengan ekosistem pembelajaran yang menyeluruh, mulai dari sarana prasarana, lingkungan belajar, hingga penguatan karakter peserta didik.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan hal itu ketika meresmikan gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7/2026). Ia menjelaskan, MSUS merupakan pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen yang dirancang dengan konsep pendidikan holistik.

”Pendidikan tidak hanya soal proses belajar di kelas, tetapi juga bagaimana ekosistemnya mampu membentuk karakter dan kompetensi anak secara utuh,” tandas Haedar.

Ia mengakui, pendirian MSUS merupakan jawaban atas tingginya animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Sapen. Selama ini kapasitas sekolah dinilai tidak lagi mampu menampung jumlah pendaftar yang terus meningkat, bahkan sampai harus membuat daftar tunggu hingga beberapa tahun ke depan.

”Kami mengembangkan sekolah baru agar Muhammadiyah dapat melayani kebutuhan pendidikan yang lebih luas karena minat masyarakat sudah tidak dapat dipenuhi hanya dengan SD Muhammadiyah Sapen,” ujarnya.

Sekolah Unggulan Lain

Kecuali MSUS, Muhammadiyah juga akan terus mengembangkan sekolah-sekolah unggulan lain di berbagai daerah sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Muh Ikhwan Ahada pada kesempatan tersebut menambahkan, MSUS dibangun di atas lahan seluas 8.800 meter persegi dengan gedung enam lantai seluas sekitar 4.947 meter persegi.

Sekolah dikembangkan sebagai sekolah dasar berwawasan global yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendekatan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam, kemuhammadiyahan, kebangsaan, dan budaya Indonesia.

Jadwal pembelajaran perdana pada Tahun Ajaran 2026/2027, tepatnya 13 Juli 2026. Pada tahap awal, MSUS membuka dua jenjang, yakni kelas I dan kelas III dengan masing-masing dua rombongan belajar. Kelak, sekolah menargetkan memiliki 12 rombongan belajar dari kelas I hingga VI dengan kapasitas 28 siswa per kelas atau sekitar 336 peserta didik.

”Kekuatan utama MSUS terletak pada kurikulum yang memadukan Kurikulum Nasional dengan praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate,” imbuhnya.

Kurikulum Cambridge fokus pada penguatan Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, sementara pendekatan IB menekankan pembelajaran berbasis inquiry, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, refleksi, serta wawasan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *