Warta

Gunung Merapi Tetap Tertutup untuk Pendakian!

catrawarta.com — Sejumlah pihak menyuarakan agar Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Boyolali, Klaten dan Magelang, dibuka kembali untuk pendakian. Sudah...

Volcano erupting at night with lava flowing down its slope and a small plume of smoke
AWAN PANAS: Terjadi guguran awan panas di Gunung Merapi pada Kamis (2/6/2026) pukul 06.01 WIB.(Sumber: rekaman video Badan Geologi Kementerian ESDM)

catrawarta.comSejumlah pihak menyuarakan agar Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Boyolali, Klaten dan Magelang, dibuka kembali untuk pendakian. Sudah sekitar 8 tahun gunung tersebut tertutup untuk pendakian. Pasalnya, awan panas selalu keluar. Tidak bisa ditebak kapan awan panas keluar sehingga berbahaya bagi siapa saja yang melakukan pendakian.

Kamis (2/6/2026), Badan Geologi mengeluarkan peringatan terjadinya guguran di Gunung Merapi pada pukul 06.01 WIB. Awan panas keluar dengan jarak luncur 1.700 meter, amplitudo maks 30,75 mm durasi 139,58 detik mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak.

Melalui akun resminya, Badan Geologi minta masyarakat menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi. Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini pada status ”Siaga” (Level III). Warga diminta tetap mematuhi rekomendasi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) menegaskan sampai saat ini Gunung Merapi masih tertutup untuk pendakian. Balai menyatakan, demi keselamatan, seluruh aktivitas di sana juga diminta dihentikan. Pasalnya, aktivitas Merapi bisa melontarkan material hingga sejauh 3 kilometer yang dapat berakibat fatal.

”Kami ingin menegaskan kembali, akivitas pendakian di Gunung Merapi saat ini sangat tidak disarankan demi keselamatan,” tandas Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso seperti dikutip dari kumparan.com.

Bisa Mengancam Nyawa

Ia menjelaskan jalur pendakian dari manapun sangat berbahaya. Ketika Merapi mengeluarkan material secara eksplosif bisa mengancam nyawa mereka yang berada dalam jangkauan. Balai setiap saat selalu mengingatkan untuk tidak melakukan pendakian hingga sekarang.

Saat ini, lanjutnya, Merapi mengeluarkan magma secara perlahan ke permukaan. Meskipun terlihat perlahan namun inilah yang berbahaya karena sewaktu-waktu bisa terjadi eksplosif tinggi. Merapi dapat mengeluarkan magma secara tiba-tiba secara eksplosif ketika ada sumbatan.

Beberapa tahun lalu, ketika terjadi Merapi meletus, sejumlah orang menjadi korban. Mereka tidak membayangkan bakal terjadi karena terlihat biasa-biasa saja. Ketika eksplosif, daya lari seseorang bahkan menggunakan motor atau mobil sekaligus tak mampu menandingi jatuhnya material atau luncuran awan panas.

Sementara itu akun Instagram @laharbara menyatakan warga mencapai kata sepakat. Setelah 8 tahun menunggu tanpa kepastian, kini warga bersatu untuk membuka kembali jalur pendakian secara mandiri, dengan berbagai ketentuan dan batasan yang telah disepakati bersama.

Akun itu menulusikan, ”semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi kebangkitan ekonomi warga setelah sewindu penutupan jalur pendakian. Informasi selengkapnya akan segera kami sampaikan. Bismillah. Karena pada akhirnya, kita tidak akan pernah memenangkan sesuatu yang tidak pernah kita perjuangkan”.

Sejumlah akun minta supaya tidak melawan alam. Erupsi gunung bisa terjadi setiap saat. Mereka menyarankan untuk tidak nekad dan mematuhi informasi yang disampaikan pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *