catrawarta.com — Salah satu laga yang selalu dinanti yakni ketika Tim Argentina tampil di lapangan. Legenda sepak bola dunia tersebut selalu menyuguhkan permainan indah, bukan sekadar olahraga tetapi juga seni. Ya, melihat sepak bola Argentina, bagaikan melihat olah seni saat para pemain menyodorkan bola dari kaki ke kaki.
Terlebih, ada sosok menonjol yang meskipun sudah berusia 38 tahun tetapi masih memperlihatkan performa luar biasa, Lionel Messi. Pemain yang menjadi motivator tim, rajin menyambut bola. Ia tak sekadar menunggu bola-bola matang namun ikut bergerak bersama rekan tim.
Messi bukan tipe pemain ”malas” yang hanya menunggu umpan bagus. Ia menciptakan peluang bersama teman-temannya. Ini menjadi penyemangat rekan satu tim yang tak kenal lelah mencari dan mengolah bola. Gol-gol indah pun tercipta dari hasil kerja sama tim.
Seperti pada pertandingan Argentina melawan Austria. Lagi-lagi Argentina menampilkan ”kesenian” bermain bola. Salah satu ciri khas sepak bola Amerika Latin yang masih dipertahankan. Sepak bola indah yang dipadu dengan kecepatan gaya khas Eropa membuat sayang untuk dilewatkan.
Perpaduan tersebut tercipta karena sebagian pemain Argentina juga bermain di liga Eropa yang terkenal dengan daya cepat dan lugas. Uniknya, ketika mereka kembali ke negaranya, permainan khas Amerika Latin tak pernah ditnggalkan. Inilah keunggulan tim seperti Argentina dan Brasil. Bahkan ada ungkapan dari para oenggemar, kalah tak apa yang penting bermain indah.
Posisi Semakin Kokoh
Argentina mengalahkan Austria 2-0 di Dallas Stadium, Amerika Serikat, dengan dukungan sebagian besar penonton. Hasil akhir tersebut semakin mengokohkan Messi sebagai top skorer di babak awal dengan 5 gol. Ia harusnya bisa menciptakan 1 gol lagi tetapi gagal saat mengeksekusi penalti.
Tak lama setelah gagal penalti, Messi menciptakan gol indah. Tak cukup 1, ia lagi-lagi mencetak gol untuk menutup kemenangan timnya. Dan kini seperti dilaporkan olympics.com, ia memegang rekor pencetak gol terbanyak, serta memperpanjang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia FIFA.
Sangat terlihat rekan satu tim memberi peluang pada Messi untuk menciptakan gol. Pemain pertahanan Austria sering kecolongan. Bisa jadi mereka mengira Messi sudah tua dan tak perlu pengawalan ketat. Salah besar! Messi sangat licin dan tanpaa pengawalan ketat pasti bakal menciptakan gol.
Messi membuka skor dengan gol brilian, menendang bola ke sudut bawah gawang setelah umpan palsu Thiago Almada memungkinkan bola Facundo Medina sampai kepadanya di dalam kotak penalti. Kemudian ia mencetak gol di menit-menit akhir waktu tambahan untuk memastikan kemenangan.
Piala Dunia memang beda. Usai pertandingan, kedua tim tampak bersalaman, berpelukan. Bahkan ketika melakukan kesalahan di lapangan saat laga berjalan, para pemain langsung berjabat tangan. Sportivitas yang tinggi menjadikan pertandingan enak ditonton.

Sebelum Temui Gibran, BEM UBK Akui Terima Uang 