Warta

BUMDes Kapungan Klaten Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Labu Madu

catrawarta.com — Budidaya labu madu atau butternut squash mulai menunjukkan hasil di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Melalui unit ketahanan pangan...

Budidaya labu madu oleh bumdes sumber berkah desa kapungan polanharjo klaten sumber  solopos
Budidaya labu madu oleh BUMDes Sumber Berkah Desa Kapungan, Polanharjo, Klaten (Sumber : Solopos)

catrawarta.comBudidaya labu madu atau butternut squash mulai menunjukkan hasil di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Melalui unit ketahanan pangan Sregep Martani, BUMDes Sumber Berkah sukses melakukan panen perdana buah labu madu pada Jumat (5/6/2026). Buah ini dikenal kaya manfaat serta prospek pasar yang dinilai cukup menjanjikan.

Dari sekitar 300 tanaman yang dibudidayakan, hasil panen mencapai 600 hingga 700 buah. Berat tiap buah pun cukup besar, bahkan ada yang mencapai lebih dari 1 kg dan potensi omzet diperkirakan bisa mencapai Rp15 juta.

Arif Kurniawan Nugroho selaku Direktur BUMDes Sumber Berkah mengatakan budidaya labu madu dilakukan di lahan kas desa yang sebelumnya digunakan untuk menanam padi. Namun, hasil pertanian saat itu dinilai kurang maksimal karena persoalan irigasi, dikutip dari laman solopos.espos.id.

Menurut Arif, pemilihan labu madu bukan tanpa pertimbangan. Labu madu memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan labu biasa, tanaman ini juga dianggap cukup mudah dibudidayakan dan relatif tahan terhadap serangan hama dengan masa tanam sekitar tiga bulan hingga bisa mulai dipanen.

Potensi pasarnya juga dinilai cukup terbuka. Bahkan sebelum panen dilakukan, permintaan sudah mulai berdatangan. Salah satunya datang dari Selogiri, Wonogiri, dengan pesanan sekitar 150 buah.

“Kalau di hari-hari ini akhir ini permintaan alhamdulillah tinggi banget,” kata Arif saat ditemui di sela panen.

Labu madu banyak diminati karena kandungan gizinya, baik itu vitamin, tinggi serat, serta rendah kalori sehingga kerap dipilih sebagai bagian dari pola makan sehat. Cara mengonsumsinya pun cukup beragam, mulai dipanggang, dikukus, hingga disantap langsung.

Selain populer di kalangan pelaku gaya hidup sehat, labu madu juga kerap dijadikan bahan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk balita.

“Umumnya untuk MPASI dan gaya hidup sehat,” kata Arif.

BUMDes Sumber Berkah akan terus mengembangkan budidaya labu madu berbarengan dengan sejumlah komoditas lain di lahan seluas 2.300 m2. Saat ini, kawasan pertanian terpadu yang dikelola BUMDes juga ditanami sekitar 500 pohon pepaya California dan puluhan tanaman alpukat. Tak hanya itu, tersedia pula greenhouse yang dimanfaatkan untuk budidaya melon.

Pengembangan usaha BUMDes juga merambah peternakan ayam elba dengan hasil utama berupa telur omega. Sekitar 100 ekor ayam saat ini dibudidayakan sebagai bagian dari sistem pertanian terintegrasi yang mulai dijalankan sejak Februari 2026. Konsep pertanian terintegrasi dipilih agar setiap sektor saling mendukung dan mampu menghasilkan pemasukan dalam jangka waktu berbeda.

“Harian bisa diperoleh pendapatan dari telur. Mingguan bisa dari sayuran. Kemudian untuk bulanan dari budi daya buah-buahan,” jelas dia.

BUMDes Sumber Berkah berencana mengembangkan kawasan itu menjadi lokasi agrowisata selain untuk produksi hasil pertanian. Salah satu konsep yang tengah disiapkan ialah wisata petik buah yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *