Warta

Bluemoon Terlihat Biru saat Krakatau Meletus

catrawarta.com — Beberapa waktu ini masyarakat heboh dengan istilah bluemoon. Banyak yang mengartikan secara harafiah bahwa bluemoon adalah bulan berwarna biru seperti...

Silhouetted trees along the horizon under a dusky blue sky with a large pale sun low on the horizon
BULAN: Ilustrasi bulan purnama yang pada 31 Mei 2026 nanti dikenal sebagai bluemoon.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comBeberapa waktu ini masyarakat heboh dengan istilah bluemoon. Banyak yang mengartikan secara harafiah bahwa bluemoon adalah bulan berwarna biru seperti birunya langit. Benarkah bulan bisa berwarna biru seperti tinta?

Dalam sejumlah literasi, bluemoon merupakan istilah. Bukan berarti bulan dengan peristiwa alam tertentu akan berubah menjadi biru meskipun dalam sekejap akan berubah lagi. Tidak seperti itu.

Laman www.earthsky.org menuliskan fenomena yang terjadi pada 30 dan 31 Mei 2026 bukanlah bulan berwarna biru. Media itu menyebutkan, bulan berwarna biru sering kali dibuat menggunakan filter kamera biru khusus atau dalam program pengeditan foto.

Bulan berwarna biru sejatinya sangat jarang terjadi, dan tidak selalu dalam fase purnama. Hal itu bisa terjadi ketika atmosfer bumi mengandung partikel debu atau asap dengan ukuran tertentu. Partikel tersebut harus sedikit lebih lebar dari 900 nanometer.

Partikel tersebut misalnya kebakaran hutan sedang terjadi atau gunung meletus. Ketika partikel-partikel ini ada di udara dan cahaya bulan menembus partikel, bulan mungkin tampak berwarna biru.

Gunung Berapi Meletus Dasyat

Bulan benar-benar seperti berwarna biru – berdasarkan laporan mereka yang melihat secara langsung kala itu – setelah Gunung Krakatau meletus ratusan tahun silam, tahun 1883.

Kedua kalinya saat Gunung St Helens pada tahun 1980. Dua letusan dasyat tersebut membuat langit temaram dan bulan seolah-olah kebiruan karena partikel-partikel yang ada di udara.

Sumber lain, Prodi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya menuliskan bluemoon merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika seseorang menyaksikan dua kali fase bulan purnama penuh dalam satu bulan kalender yang sama.

Bulan purnama yang muncul pada urutan kedua di bulan tersebutlah yang secara resmi menyandang status sebagai bluemoon bulanan.

Jadi, benarkah bluemoon berwarna biru? Literasi itu menyatakan tidak. Istilah bluemoon sebenarnya idiom kiasan. Kemunculan istilah tersebut menggambarkan sesuatu yang sangat langka dan jarang terjadi.

Pada pandangan visual dan fisik, bluemoon justru terlihat putih terang atau sedikit kekuningan, persis sama seperti bulan purnama pada malam-malam lainnya.

Secara saintifik memang bisa terjadi, tetapi penyebabnya bukan jadwal orbit astronomi. Bulan dapat memancarkan semburat biru akibat fenomena hamburan cahaya di atmosfer bumi. Kejadian ini biasanya membutuhkan partikel abu vulkanik atau asap kebakaran hutan. Sudah jelas, bluemoon tidak berwarna biru, selamat menikmati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *