Warta

Perburuan Hewan Kurban Terus Meningkat, Dipastikan Stok Mencukupi

catrawarta.com — Sepuluh hari menjelang Idul Adha perburuan hewan kurban yang dilakukan masyarakat muslim makin ramai. Hal itu terlihat di kendang-kandang kelompok...

Group of men standing by a row of cows in a barn feeding hay from a trough along a concrete divider
Sejumlah warga melihat deretan sapi di salah satu kandang ternak di Padukuhan Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. (Giffari)

catrawarta.comSepuluh hari menjelang Idul Adha perburuan hewan kurban yang dilakukan masyarakat muslim makin ramai. Hal itu terlihat di kendang-kandang kelompok ternak maupun di penjualan secara pribadi dan di pasar-pasar hewan.

Seperti terlihat di kandang kelompok ternak sapi  di Padukuhan Jipangan dan Kalipucang Kelurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, sejak beberapa hari ini banyak didatangi warga yang ingin memilih hewan kurban.

Dari sekitar 30 kandang ternak dan tiap kendang diisi antara 3 sampai 4 sapi, umumnya sudah banyak dipesan  para sohibul kurban. “ Sebagian besar mereka sudah membayar tanda jadi,” ujar Ponidi, salah satu peternak yang turut mengelola kandang ternak tersebut, Sabtu (16/5/2026).

Di kandang mereka tinggal beberapa ekor sapi saja yang belum laku. Namun, mereka meyakini, karena sudah memiliki pelanggan, sehingga tak merasa khawatir. “Biasanya, lima hari menjelang Idul Adha hewan-hewan di kandang sini sudah habis,” ucapnya.

Pemerintah Perketat Pengawasan

Sementara itu, Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta memastikan stok hewan kurban dalam kondisi aman. Tidak hanya menjaga kecukupan pasokan, pemerintah juga memperketat pengawasan kesehatan ternak untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), seperti antraks sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Kepastian tersebut disampaikan saat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kota Yogyakarta melakukan pemantauan di UD Segar Farm, Pakuncen, Wirobrajan, baru-baru ini. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke Kota Yogyakarta sehat, layak jual dan aman dikonsumsi masyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, kebutuhan hewan kurban masyarakat dipastikan tercukupi, meski sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah seperti Gunungkidul, Magelang, Madura hingga Bali.  

“Hal yang menjadi perhatian utama bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan dilakukan bersama instansi terkait agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat,” ujar Wawan.

Kondisi Pasar Masih Stabil

Harga sapi kurban dengan besaran standar berada di kisaran Rp 24 juta hingga Rp 25 juta per ekor. Namun, ada pula dengan bentuk yang besar harga mencapai Rp 40 juta.

Meski mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, kondisi pasar dinilai masih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemkot Yogyakarta juga mulai mengantisipasi maraknya pasar tiban hewan kurban dengan menyiapkan surat edaran agar pedagang wajib mengantongi izin penjualan serta rekomendasi dari kelurahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi mengungkapkan, populasi ternak di Kota Yogyakarta masih sangat terbatas. Saat ini populasi sapi hanya sekitar 200 ekor, sedangkan kambing jumlahnya lebih sedikit lagi. Padahal, total hewan kurban yang dipotong pada Idul Adha tahun lalu mencapai 15.777 ekor, baik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun titik pemotongan masyarakat.

Pemeriksaan Dilakukan Setiap Hari

Oleh karena itu Kota Yogya masih bergantung kepada pasokan luar daerah. Namun seluruh hewan yang masuk wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan sertifikat veteriner. Pemeriksaan fisik juga dilakukan setiap hari oleh petugas.

Untuk memperkuat pengawasan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyiagakan ratusan petugas gabungan saat Idul Adha hingga hari tasyrik. Petugas tersebut terdiri unsur pemerintah, akademisi serta tenaga kesehatan hewan guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai prosedur kesehatan dan syariat.

Pengelola UD Segar Farm, Kuncen Sudi Harsoyo menyebutkan, permintaan hewan kurban mulai meningkat mendekati Idul Adha. Saat ini kandangnya menyiapkan puluhan sapi dari Madura, Pamekasan hingga wilayah DIY dengan jenis paling diminati masyarakat yakni sapi PO dan Madura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *