Warta

91 Tahun Kwik Kian Gie, Andai Terlahir Kembali..

catrawarta.com — Sorot mata tajam merefleksikan rasa percaya diri yang tinggi. Tutur kata teratur dan sistematis menandakan kedalaman ilmu dan penguasaan diri....

Kwik Kian Gie, simbol keberanian intelektual

catrawarta.comSorot mata tajam merefleksikan rasa percaya diri yang tinggi. Tutur kata teratur dan sistematis menandakan kedalaman ilmu dan penguasaan diri. Jernih mengalir pemikirannya, bagai sungai kehidupan yang menyinggahi tanah gersang. Ia adalah ekonom keturunan China yang komitmennya pada kedaulatan dan ekonomi kerakyatan tak pernah patah dan terbantahkan.

Andai terlahir kembali, katanya suatu saat, ia (tetap) ingin terlahir kembali sebagai warga negara Indonesia. Sebuah kesadaran kebangsaan yang teruji sejarah, paham asal-usul dan tahu bagaimana harus melangkah. Kwik Kian Gie, lahir 11 Januari 1935, adalah segelintir ekonom kerakyatan yang berintegritas dan berani. Serupa seniornya di Universitas Rotterdam, Mohammad Hatta, Kwik menguasai detail data soal perekonomian nasional. Argementasinya disusun dengan cerdas, disampaikan dengan sabar, meski saat debat sekalipun, dan mematahkan lawan dengan penuh kewibawaan keilmuan.

Lama berkecimpung di PDI (Perjuangan), cukup mengagetkan publik saat bisa duet dengan Amien Rais memimpin MPR RI (1999). Kita paham, itu periode krusial dalam sejarah politik Indonesia kontemporer. Sebagai Wakil Ketua MPR, Kwik mampu tidak saja menyerap aspirasi tetapi juga mendinamisasi perdebatan di Senayan. Pernah, dia berdiri di kap mobil bersama Amien dan Mathori Abdul Djalil untuk menenangkan massa yang berdemonstrasi. Dia tokoh yang jarang berteriak di hadapan massa, tetapi mampu meredam gejolak politik akibat tak selesainya kontestasi dengan pendekatan rasional persuasif.

Fenomena sosial politik ekonomi jelang reformasi itu sebetulnya sudah dia prediksi jauh-jauh hari. Kwik adalah ekonom yang lantang menentang IMF dan konglomerat hitam. Saat itu, ketika awal krisis moneter 1997, Soeharto baru saja menandatangani letter of intent dengan Michel Camdesus. Ada 50 butir paket reformasi yang harus dilaksanakan Indonesia. Dalam kondisi sakit, ibaratnya, Indonesia justru harus menelan racun. “Indonesia resmi berbaring di bangsal perawatan intensif IMF. Pemerintah kita sekarang berada dalam pengawasan IMF. Pertumbuhan ekonomi 0 persen akan berujung pada aktifitas ekonomi tanpa ekspansi. Kesempatan kerja akan susut, bisnis akan lesu. Banyak perusahaan akan tumbang”, kata Kwik (Adil, 27/1/1998).

Sinyalemen dan analisis Kwik tepat. Indonesia terhuyung-huyung, kolaps dan akhirnya Orde Baru tumbang. Soeharto harus membayar teramat mahal atas langkahnya menggandeng IMF, hal yang amat ditentang Kwik. Baginya, kedaulatan bangsa di bidang ekonomi tak bisa ditawar-tawar lagi. Ekonomi memburuk, pengangguran melonjak tajam, krisis kepercayaan pada pemerintah mendekati titik nadir. Upaya memperbaiki, termasuk dengan Gerakan Cinta Rupiah, gagal menghadang laju perubahan. Reformasi 1998 pun jadi catatan sejarah.Begitulah Kwik Kian Gie. Seorang cendekiawan yang bernyali dan berintegritas. Seorang intelektual yang selalu membawa dan memberikan obor penerang bagi bangsanya. Jangan tanya soal nasionalisme padanya.

Meski terlahir sebagai pria keturunan China tetapi visi dan komitmennya pada ekonomi kerakyatan tak pernah diragukan. Bukan hanya berteriak lantang sambil mengepalkan tangan, “Hidup Rakyat!” seperti kebanyakan aktivis, Kwik mengemas dan mendokumentasikan ide dan pemikirannya dengan baik, menyebarkan gagasan di berbagai forum, dan mempraktikkan saat menjabat Menko Ekuin (1999-2000) maupun Kepala Bappenas (2001-2004).

Pada 28 Juli 2025, pria necis yang tak pernah lepas dari kaca mata dan senyuman ini meninggal dunia. Meraih Bintang Mahaputera Adipradana (2005), Kwik mewakili anak bangsa yang memiliki kesadaran intelektual yang tinggi dalam mencintai bangsanya. “Jangan tergantung kepada IMF dan utang agar tidak disubordinasi secara politik oleh kekuatan asing dan barat”, pesannya sebagaimana dikutip CNN Indonesia (29/7/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *