Catra Budaya, Catra Wisata

Kunjungan Delegasi WCI ke Kampung Batik, Lestarikan Tradisi Cerahkan Masa Depan

catrawarta.com — Kunjungan delegasi Welcome Clubs International (WCI) Biennial Conference, yakni konferensi dua tahunan berskala internasional  ke Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul...

Group of people from different ages weaving intricate brown on white fabric panels in an outdoor courtyard workshop
Para delegasi mengikuti sesi membatik langsung bersama perajin batik di Giriloyo, Imogiri, Bantul. (Istimewa)

catrawarta.comKunjungan delegasi Welcome Clubs International (WCI) Biennial Conference, yakni konferensi dua tahunan berskala internasional  ke Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul Yogyakarta, menjadi salah satu momen yang sangat istimewa dalam rangkaian acara yang diselenggarakan Women’s International Club (WIC) Jakarta.

Selain menjadi ajang pertukaran budaya, kunjungan ini juga menunjukkan bagaimana batik, sebagai warisan budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi komunitas lokal.

WCI mempertemukan perwakilan klub perempuan dari berbagai negara untuk memperkuat jaringanm persahabatanm diplomasi budaya dan membahas pemberdayaan perempuan.

Melalui kegiatan ini, para delegasi internasional tidak hanya berkesempatan belajar tentang proses pembuatan batik, tetapi juga memahami bagaimana seni tradisional ini berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama perempuan. Diskusi panel yang melibatkan narasumber seperti Dr. Ir. Laretna Adhisakti dan Afif Syakur menambah nilai lebih pada acara tersebut, karena mereka berbagi pengetahuan tentang pelestarian batik dan pemberdayaan perempuan di sektor ini.

Kegiatan yang berlangsung 29 April 2026 lalu itu. juga memperlihatkan keberagaman Indonesia, dengan Jakarta sebagai kota metropolitan yang dinamis dan Yogyakarta yang kaya  tradisi dan budaya lokal. Dengan tema konferensi “Bridging Traditions and Transformations,” para delegasi bisa merasakan kontras yang bermakna antara keduanya, yang sekaligus mencerminkan bagaimana tradisi dan transformasi dapat berjalan seiring untuk memberdayakan perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *