Warta

Wujudkan Gereja Inklusif, Umat Berkebutuhan Khusus di  Sleman Rayakan Paskah dengan Penuh Sukacita

catrawarta.com — Perayaan Paskah tahun ini menjadi momen istimewa bagi Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) di wilayah Rayon Sleman. Sebanyak 100 peserta, yang...

Group of people on a church stage including several children in wheelchairs posing for a photo under a banner audience takes pictures from the pews
Umat Berkebutuhan Khusus di wilayah Rayon Sleman merayakan Paskah di Paroki Santo Alfonsus Maria de Liguori Nandan, Sinduadi (Istimewa)

catrawarta.comPerayaan Paskah tahun ini menjadi momen istimewa bagi Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) di wilayah Rayon Sleman. Sebanyak 100 peserta, yang terdiri dari penyandang tunarungu, tunagrahita, autisme, hingga disabilitas fisik, berkumpul dengan penuh semangat dalam acara Misa Paskah dan Gathering di Paroki Santo Alfonsus Maria de Liguori, Nandan, Sinduadi, Sleman.

Acara ini diinisiasi  Tim Pelayanan Pastoral Keluarga Paroki Nandan, dan bukan sekadar sebuah seremoni keagamaan. Perayaan ini menjadi bukti nyata dari Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudkan Gereja yang inklusif, bahagia, inspiratif dan menyejahterakan semua umat.

Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, yang dalam homilinya mengungkapkan pentingnya mendampingi keluarga dengan penuh kasih. “Perayaan ini adalah penguatan iman bagi keluarga. Orangtua yang setia mendampingi anak-anak dengan kebutuhan khusus sejatinya sedang mewujudkan kasih Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ini adalah panggilan hidup yang luhur,” ujar Romo Luhur, Minggui (3/5/2026).

Setelah Misa, suasana kebersamaan semakin terasa saat acara gathering dimulai. Anak-anak dan peserta dewasa tampak ceria saat berpartisipasi dalam permainan mencari telur Paskah. Keceriaan itu menambah semarak suasana, mengingat banyaknya keluarga yang hadir bersama anak-anak mereka.

Christoper, Ketua Tim Pastoral Keluarga Paroki Nandan, mengaku terharu melihat antusiasme para peserta. Menurutnya, masih ada keraguan di sebagian keluarga untuk melibatkan anggota keluarga yang berkebutuhan khusus dalam kegiatan publik atau bersama. Namun, hari itu, mereka hadir dengan penuh percaya diri dan semangat, menikmati setiap momen kebersamaan. “Kami bersyukur bahwa hari ini mereka hadir dengan penuh percaya diri. Semangat Paskah ini diharapkan membuat mereka merasa diterima dan memiliki tempat yang setara di tengah umat,” tutur  Christoper.

Perayaan Paskah ini bukan hanya tentang perayaan kebangkitan Yesus, tetapi juga tentang kebangkitan semangat inklusivitas dan kasih sayang dalam keluarga dan komunitas Gereja. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi banyak orang untuk menciptakan ruang yang lebih ramah bagi semua, tanpa terkecuali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *