Warta

Waspadai Sinkhole di Musim Hujan, Lubang Besar Akibat Runtuhnya Permukaan Tanah

catrawarta.com — Lubang besar yang muncul di sejumlah tempat menjadi fenomena alam yang menimbulkan banyak pertanyaan. Belum lama, sinkhole muncul beberapa tempat...

RUNTUH: ilustrasi lubang besar akibat runtuhnya permukaan tanah yang biasa disebut sinkhole.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comLubang besar yang muncul di sejumlah tempat menjadi fenomena alam yang menimbulkan banyak pertanyaan. Belum lama, sinkhole muncul beberapa tempat di Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Catatan yang ada, sinkhole pertama muncul di rumah warga pada 7 Januari 2026 dengan ukuran 2 meter x 5 meter dan kedalaman 4 meter. Beberapa hari kemudian dengan jarak 12 kilometer, muncul sinkhole kedua di lahan pertanian terbuka dengan ukuran yang lebih kecil yakni berkisar 3 meter x 4 meter dan kedalaman sekitar 3 meter.

Pakar geologi UGM, Prof Wahyu Wilopo mengungkapkan munculnya sinkhole diduga karena wilayah pemukiman Gunungkidul berada pada kawasan pegunungan karst. Fenomena yang sama sebelumnya muncul di Sumatera Barat usai dilanda bencana longsor dan banjir bandang.

Runtuhan Permukaan Tanah

”Sinkhole merupakan fenomena terjadinya runtuhan permukaan tanah secara vertikal sehingga terbentuk suatu lubang dengan kedalaman yang bervariasi,” papar Wahyu.

Penyebab runtuhan, adanya rongga yang terjadi akibat proses alami, proses pelarutan batuan, hingga kegiatan tambang. Proses pelarutan dapat berlangsung lebih intensif apabila terdapat intensitas air yang lebih banyak.

Menururnya, sinkhole merupakan proses alami yang dapat dipercepat dari aktivitas manusia dan faktor alam. Hampir semua fenomena sinkhole yang muncul dipicu oleh curah hujan tinggi.

Ia menjelaskan, fenomena munculnya sinkhole dipengaruhi pula dengan 8 persen daratan di Indonesia terdiri atas kawasan karst. Sehingga sering terjadi runtuhan permukaan tanah yang berbentuk lubang akibat faktor alam maupun dampak aktivitas manusia.

Tanda Munculnya Sinkhole

Wahyu memaparkan terdapat beberapa tanda terjadinya sinkhole. Ini perlu dipahami agar dapat melakukan mitigasi lebih cepat.

Pertama, munculnya retakan di permukaan tanah atau batuan dengan pola membulat, setengah, dan seperempat. Kedua, permukaan tanah atau batuan turun dibandingkan dengan lokasi sekitarnya.

Kondisi tersebut lebih mudah terlihat apabila terjadi hujan, air hujan akan terkumpul dalam satu tempat. Ketiga, banyak muncul lubang-lubang kecil yang dapat membesar. Apabila teridentifikasi tanda-tanda tersebut sebaiknya masyarakat segera melapor pada pihak berwajib dan tidak mendekatinya.

”Munculnya sinkhole dalam skala besar dapat berdampak pada lingkungan dan manusia. Dampak lingkungan seperti perubahan topografi, hilangnya ekosistem flora dan fauna akibat runtuhan, pencemaran air tanah, hingga erosi. Dampak yang dapat ditimbulkan dalam aktivitas manusia seperti ancaman keselamatan, dan relokasi pemukiman apabila terjadi di area tersebut,” jelas Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *