catrawarta.com — Penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 ternyata berdampak besar bagi masyarakat terutama pelaku perhotelan, kuliner, transportasi dan UMKM. Mandiri Institute yang mengevaluasi penyelenggaraan tahun 2025 menyebut MJM terbukti konsisten mendorong daya beli masyarakat selama tiga tahun berturut-turut.
Data Mandiri Institute juga menyebutkan, pada gelaran MJM 2025, pertumbuhan belanja di DIY selama minggu pelaksanaan tercatat sebesar 11,6 persen secara mingguan, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan mingguan normal sebesar 0,8 persen.
Secara bulanan, Yogyakarta membukukan pertumbuhan belanja 7 persen di bulan penyelenggaraan MJM, tertinggi di antara seluruh provinsi yang dipantau dan tiga kali lipat rata-rata bulan biasa. Di samping itu, secara bulanan, Yogyakarta membukukan pertumbuhan belanja 7 persen di bulan penyelenggaraan MJM, tertinggi di antara seluruh provinsi yang dipantau dan tiga kali lipat rata-rata bulan biasa.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara dengan penyelenggaraan MJM. Perhelatan akbar tersebut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menggerakkan sirkulasi ekonomi daerah.
”MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar,” ujar Imam dalam keterangan tertulisnya kepada media.
Peningkatan Sektor Pariwisata
Sektor pariwisata dan turunannya merasakan langsung peningkatan sebagai dampak MJM. Pada hasil riset di MJM tahun 2025, sektor transportasi mencatat pertumbuhan 21,9 persen, restoran dan kuliner tumbuh 10,1 persen, perhotelan meningkat 6,4 persen, dan belanja perjalanan naik 5,6 persen. Realisasi tersebut menjadikan MJM sebagai penggerak ekonomi pariwisata DIY.
Tahun ini meskipun belum ada data evaluasi, rekor keikutsertaan pelari yang mencapai lebih 10.000 menjadi sinyal kuat dampak ekonomi tahun ini akan jauh lebih besar. Tak hanya bagi sektor pariwisata dan perhotelan, melainkan hingga ke lapisan ekonomi kerakyatan seperti pedagang lokal, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, dan masyarakat sekitar jalur lomba.
Selain menggelar MJM, Bank Mandiri juga menghadirkan program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah penyelenggaraan. Langkah itu untuk mendorong adopsi layanan transaksi digital dan memperkuat kapasitas usaha lokal.
Penguatan dilengkapi program Mandiri Laku Lokal (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan, yang menampilkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM. Mereka mendapat kesempatan meramaikan kegiatan terutama usaha kuliner dan kreatif. Race Village sekaligus menjadi ruang interaksi pelari, komunitas, dan publik melalui panggung hiburan dan aktivitas keluarga.
Masih ada lagi program lain yang melibatkan 60 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman di sekitar Pasar Prambanan. Mereka mengikuti kegiatan literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar.

Arkeolog Temukan Candi Baru di Situs Batujaya Karawang 