catrawarta.com — Masyarakat sekitar jatuhnya pesawat ATR di Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan menyampaikan informasi yang sangat membantu tim evakuasi. Kini, tim sedang berusaha mencapai lokasi jatuhnya pesawat dapak cuaca yang kurang bersahabat.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut jatuh di perbukitan sekitar Pangkep. Masyarakat sekitar mendengar dentuman keras pada siang hari. Setelah itu tersiar kabar kemungkinan suara ledakan berasal dari pesawat jatuh.
Pesawat dengan penumpang berjumlah 10 orang tersebut terbang dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Kontak terakhir tercatat pada pukul 13.17. Setelah itu petugas bandara kehilangan kontak hingga ditemukan di perbukitan sekitar Leang-Leang.
Seorang pendaki yang mengetahui kejadian itu mengambil foto serpihan pesawat dan mengirimkan ke media sosial. Hal itu semakin memudahkan tim gabungan mengetahui lokasi pasti pesawat.
Kekuatan Penuh untuk Evakuasi
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan telah mengerahkan pesawat dan helikopter untuk mencari lokasi pasti jatuhnya pesawat.
Kendala utama yakni cuaca yang tidak bersahabat, kabul tebal sehingga mengurangi jarak pandang. Pada jalur darat, tim juga telah berangkat ke lokasi kecelakaan.
Hal sama disampaikan BPBD Pangkep, puluhan petugas telah berangkat ke lokasi. Mereka melakukan evakuasi dengan kekuataan penuh.
Sementara itu, GM Angkasa Pura Bandara Adisucipto Yogyakarta, Wibowo Cahyono menjelaskan pesawat telah menjalani prosedur sebelum keberangkatan. Pesawat membawa 10 kru dan tiga penumpang.

Kewajiban Ideologis Dalam Perlawanan Iran 