Warta

Siapa Mengganti Kerugian Akibat Jaringan Listrik Sumatra Mati?

catrawarta.com — Masyarakat Sumatra menderita kerugian tidak sedikit ketika jaringan listrik blackout massal beberapa waktu lalu. Kerugian mulai dari kerusakan peralatan elektronik...

Woman in a white hard hat and yellow safety glasses writing in a notebook at a rural power transmission site with tall lattice towers and a distant city skyline
LISTRIK: Ilustrasi pentingnya audit menyeluruh jaringan listrik tegangan tinggi.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comMasyarakat Sumatra menderita kerugian tidak sedikit ketika jaringan listrik blackout massal beberapa waktu lalu. Kerugian mulai dari kerusakan peralatan elektronik hingga para pelaku usaha. Sejumlah peternak ayam mengalami kerugian luar biasa karena hampir semua ternaknya mati.

Pada akun instagram tkpmedanbos memperlihatkan rekaman ratusan ayam mati di kandang. Peternak sebenarnya bisa meminimalisir kematian dengan menggunakan genset untuk operasional kandang. Tetapi, ia kesulitan mencari solar.

”Kalau sudah kayak gini mau ke mana? Apa mau PLN ganti rugi? Sementara bayar listrik jutaan. Mati lampu gak pakai aba-aba,” ungkap peternak seperti ditulis akun tersebut.

Bukan hanya itu, masih banyak pelaku usaha lain yang harus menderita kerugian akibat padamnya listrik. Mereka yang menyimpan barang di kulkas atau freezer juga menanggung kerugian karena bahan-bahan terutama makanan busuk.

Hingga kini, belum ada kejelasan akan ada penggantian kerugian atau tidak. Para pelaku usaha berharap ada perhatian tak sekadar kompensasi bayar listrik pada bulan berikutnya. Kerugian yang dialami jauh lebih besar dibandingkan kompensasi bayar listrik bulanan.

Audit Jaringan Kelistrikan

Sementara itu pakar kelistrikan Dr Rahmat Adiprasetya Al Hasibi menekankan pentingnya sudit menyeluruh sistem proteksi jaringan kelistrikan Sumatra. Hal itu harus menjadi langkah pertama dan paling mendesak setelah blackout massal yang terjadi pada 22–24 Mei 2026.

Tanpa evaluasi teknis yang terstruktur, tegasnya, sistem kelistrikan Sumatra akan tetap rentan mengalami gangguan serupa di masa mendatang.

Menurutnya respons PLN tidak boleh berhenti pada pernyataan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang. Ia menilai anpa evaluasi teknis menyeluruh dan bertahap, sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra masih berpotensi mengalami gangguan dengan pola yang sama.

”Yang perlu dilakukan pertama dan paling mendesak adalah audit terhadap pengaturan sistem proteksi yang ada saat ini. Evaluasi skema respons frekuensi pada setiap generator di jaringan Sumatra,” tandas Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga mendesak PLN melakukan inspeksi menyeluruh pada jalur bebas transmisi atau right of way, yakni ruang aman di sepanjang koridor jaringan tegangan tinggi. Jaringan tersebut harus terbebas dari hambatan fisik maupun vegetasi.

Tak kalah penting, simulasi ulang terhadap berbagai skenario gangguan besar, khususnya pada kondisi beban puncak. Harusnya, jelas Rahmat, PLN memiliki peta risiko yang lebih akurat untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *