catrawarta.com — Perang Amerika Serikat dan Iran berakhir setelah penandatanganan secara online pada Rabu (17/6/2026). Perjanjian perdamaian akan kembali dilakukan secara langsung pada Kamis (18/6/2026) di Prancis. Salah satu isi perjanjian, AS akan memberi kompensasi pada Iran sebesar lebih Rp 5.000 triliun untuk membangun berbagai fasilitas yang rusak serta lainnya.
Sebaliknya, ada pula poin yang menyebutkan Iran tidak akan mengembangkan persenjataan nuklir. Berbagai poin tersebut ada pada 14 poin sebagai penanda berakhirnya konflik yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026 ini.
Laman bbc.com menuliskan dalam laporannya, Presiden AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan perdamaian awal yang bertujuan mengakhiri perang, sehingga kesepakatan tersebut dapat segera berlaku. Kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pembayaran kompensasi untuk Iran dan penghentian pengembangan senjata nuklir.
Namun demikian, lapor media itu, masalah program nuklir Iran akan dinegosiasikan selama periode 60 hari sejak penandatanganan kesepakatan damai. Banyak pihak menilai kesepakatan itu akan berjalan lancar sehingga membuat situasi geopolitik membaik.
Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan di Prancis selama KTT G7 mengungkapkan perdamaian akan mencegah bencana ekonomi. Namun demikian, ia memperingatkan AS akan menyerang habis-habisan Iran jika tidak ada kesepakatan akhir yang tercapai.
Iran Tanda Tangan
Di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menandatangani dokumen kesepakatan perdamaian. Ketua parlemen Iran dan negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kepada media pemerintah bahwa ketidakpercayaannya terhadap AS tetap ada.
Negaranya selalu berada dalam situasi siaga untuk memegang pelatuk ketika AS tidak memahami keinginan Iran. Ia menegaskan negaranya akan masuk lagi dengan kekuatan penuh kalau tidak ada kesepakatan.
Seperti diberitakan, konflik AS – Iran mendorong kenaikan harga energi dan memperbarui tekanan inflasi karena Iran memberlakukan penutupan de facto Selat Hormuz. Selat itu merupakan jalur Utama perdagangan minyak dan gas, 20 persen energi tersebut melintas di sana.
Trump menambahkan, rencana kesepakatan perdamaian akan mencegah depresi global. Ia sendiri tidak ingin melihat bencana ekonomi melanda seluruh dunia. Kesepakatan damai telah membuat ekonomi membaik dengan salah satunya melonjaknya pasar saham dunia.
Sementara itu, theguardian.com melaporkan Pakistan memuji resolusi damai konflik antara AS dan Iran, sambil mengucapkan selamat kepada kepemimpinan kedua negara atas penandatanganan perjanjian yang menurutnya akan segera membuka kembali Selat Hormuz. Pakistan sejak awal terlibat dalam perundingan damai kedua negara.

Selain Love Scam, Satgas Pasti Hentikan Penipuan Bermodus Investasi 