catrawarta.com — Banyak pihak menyayangkan acara malam 1 Sura Mangkunegaran Surakarta. Bukan hanya menyayangkan tetapi protes. Mereka mempertanyakan prosesi yang dinodai dengan dugaan adanya LGBT yang mengenakan busana tidak semestinya. Ada laki-laki mengikuti prosesi mengenakan busana perempuan Jawa lengkap.
Usai acara, kabar yang menyebutkan adanya laki-laki mengenakan busana perempuan menjadi viral. Apalagi setelah ada yang mengunggah ke media sosial. Banyak netizen menyesalkan kejadian tersebut. Upacara yang harusnya sakral dinodai dengan tampilnya LGBT.
Akun mbulyandul di thread menuliskan unggahan yang bernada protes pada aksi beberapa orang itu. Ia mengatakan,”Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau mana yg patut, mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng2. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah.”
Unggahan juga menyebutkan tata cara yang sudah dikeluarkan. Tertulis, Tata Cara Menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960. Pada tata caranya tertera pria menggunakan busana adat Jawa, beska warna hitam dan keris.
Acara Sangat Sakral
Pada peserta wanita, mengenakan busana adat Jawa, kain, kebaya warna hitam, ukel konde dengan tusuk konde. Peserta tidak diperkenankan memakai kain motif Lereng/Parang dan kain beludru. Peserta juga harus membawa undangan agar bisa memasuki lokasi acara kirab.
Ditegaskan pula dalam tata cara tersebut ”Dalam Tradisi Adat Mangkunegaran, Upara Menyambut 1 Sura Be 1960 adalah upacara yang bersifat sangat sakral”. Karena itu, Mangkunegaran mengeluarkan tata cara aturan untuk mengikuti acara.
Akun bernadsatriani menuliskan ”ga semua boti itu rese. tapi makin ke sini lebih banyak boti yang rese. contohynya ga respect sama aturan budaya”. Ada lagi yang juga tak setuju dengan adanya laki-laki yang mengenakan busana perempuan.
Akun kiswinar juga berkomentar. Ia menuliskan ”Gila cowok pake kebaya. Ya ampun udah agama dilanggar, aturan budaya dilanggar, mau sekerak apa sih di neraka?”
Dalam postingan terpisah, Gusti Sura yang merupakan kakak dari Gusti Bhre melalui akun ancsud menuliskan “Jadi manusia tuh semestinya bisa menempatkan diri dan tau tata krama.”

