catrawarta.com — Perlahan tapi pasti, harga-harga sembako mulai merambat naik menjelang Ramadan. Ini akan terus berlipat mendekati Lebaran. Masyarakat miskin menjadi kelompok paling terdampak akibat kenaikan tersebut.
”Kenaikan harga sembako dan lainnya berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terkoordinasi,” tandas Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari SE MIP.
Beberapa komoditas strategis seperti telur, cabai rawit, ayam dan sayuran-sayuran hijau juga mengalami kenaikan. Hal itu menunjukkan kecenderungan peningkatan harga di pasar tradisional maupun modern. Kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.
Langkah Nyata Pemerintah
Ia menekankan pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera mengambil langkah nyata. Menurutnya perlu penguatan operasi pasar dan stabilisasi harga bahan pokok.
Berikutnya, engawasan ketat rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi. Selain itu, kKoordinasi lintas OPD dan Bulog agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.
”Momentum Ramadan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Negara harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau,” ujar Wulandari sembari menambahkan transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan.
Ia mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasar. Pihaknya akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok.
”Kami siap memberikan dukungan anggaran maupun regulasi yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Lebaran,” tandasnya.

Begini Pengaturan Lalin Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 