Warta

Satu Keluarga Meninggal saat Menginap di Tenda

catrawarta.com — Berita lelayu tersebar di jajaran kampus UGM. Salah satu mahasiswanya, Bagas Amar Hakiki, meninggal dunia saat menginap di tenda wisata...

Row of colorful tents set up beside parked campers in a sunny wooded campsite惯
TENDA: Ilustrasi tenda yang bisa mengakibatkan meninggalnya satu keluarga bersamaan.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comBerita lelayu tersebar di jajaran kampus UGM. Salah satu mahasiswanya, Bagas Amar Hakiki, meninggal dunia saat menginap di tenda wisata di Posong, Temanggung, Jawa Tengah. Mahasiswa Sastra Prancis Angkatan 2022 itu tak sendirian, ia bersama ayah, ibu dan adiknya menginap di tempat wisata tersebut.

Seluruh anggota keluarga juga meninggal. Semua dalam posisi saling menggenggam tangan dan dari mulut masing-masing keluar bisa. Ada dugaan mereka meninggal karena keracunan. Polisi sudah turun untuk melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya satu keluarga itu.

Selain mahasiswa Satra Prancis, Bagas juga merupakan ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi UGM masa bakti 2023/2024. Pada surat edaran ucapan duka cita tertera pula nama ayah, ibu dan adiknya.

Begini bunyi ungkapan duka cita tersebut. Berita Lelayu, Assalamu’alaikum Wr.Wb, Innalilahi wa inna illaihi roji’un. Telah wafat dengan tenang, teman, kerabat, dan saudara kita: BAGAS AMAR HAKIKI (mahasiswa Sastra Prancis 2022; Ketua Unit Fotografi UGM 2023/2024) beserta keluarga.

Nama keluarga yang juga meninggal, ayah M Ali Munawar, ibu Maghfiroh Alfira dan adik Alfino Evan Hakim. Mereka wafat diperkirakan Rabu, 27 Mei 2026, dini hari, di Posong, Temanggung. Saat ini jenazah masih dilakukan autopsi di RSUD Temanggung.

Pemakaman pada Kamis, 28 Mei 2024. Berangkat dari rumah duka Demolo, Nggaron, Banyubiru pukul 12.00 WIB. Informasi selanjutnya akan diberikan secara berkala. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Keluarga dari Banyubiru

Sejumlah media, termasuk tribunnews.com menuliskan mereka berasal dari Banyubiru, dan bermaksud wisata menginap di tempat wisata Glamping Safari, Temanggung. Tempat asal dan wisata masih satu provinsi yakni Jawa Tengah dan jaraknya tidak begitu jauh.

Mereka mengendarai Honda Jazz dan tiba di lokasi tenda glamping pada Selasa (26/5/2025) sekitar pukul 21.05 WIB. Petugas tempat wisata mengantar keempatnya masuk tenda glamping pada pukul 21.30 dan beristirahat. Tidak ada tanda-tanda aneh saat mereka tiba di sana.

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, pada Rabu pagi (27/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, petugas glamping mengantar sarapan untuk keluarga tersebut. Namun karena tidak ada reaksi saat dipanggil, sarapan diletakkan di depan tenda.

Siang sekitar pukul 11.30, petugas kembali mendatangi tenda dan mencoba memanggil mereka. Tidak ada tanda-tanda jawaban. Petugas kemudian meninggalkan tenda.

Pukul 15.45, petugas glamping curiga karena keluarga tersebut tak juga keluar dari tenda padahal sudah melewati batas cek out. Beberapa orang kemudian mencoba membuka tenda dan menemukan keempatnya sudah meninggal bergandengan tangan. Mulutnya mengeluarkan busa.

Menurut Komang, Tim Inavis kepolisian dan medisa dari Puskesmas Kledung sudah melakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan, mereka keracunan. Polisi masih menyelediki bagaimana keempatnya bisa keracunan bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *