Warta

Rusia Kecam Tindakan Agresif Israel yang Menganggu Proses Negoisasi

catrawarta.com — Rusia melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Israel ke Lebanon di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran....

Secara keseluruhan korban jiwa di lebanon telah mencapai lebih dari 1 700 orang sejak eskalasi konflik beberapa pekan terakhir termasuk anak anak
Secara keseluruhan, korban jiwa di Lebanon telah mencapai lebih dari 1.700 orang sejak eskalasi konflik beberapa pekan terakhir, termasuk anak-anak.

catrawarta.comRusia melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Israel ke Lebanon di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Moskow menilai langkah Israel justru mengancam stabilitas kawasan dan berpotensi menggagalkan proses diplomasi yang sedang dibangun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan eskalasi yang berbahaya. Ia menyebut, “tindakan agresif seperti ini mengancam merusak proses negosiasi yang sedang mulai terbentuk.”(9/4/2026)

Rusia juga secara tegas mendesak agar Lebanon dimasukkan dalam cakupan gencatan senjata. Menurut Moskow, pendekatan parsial hanya akan memperpanjang konflik.

Israel: Lebanon Tidak Termasuk

Di sisi lain, Israel justru mengambil posisi berbeda. Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militernya di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa gencatan senjata hanyalah jeda taktis, bukan akhir dari operasi militer. Ia menegaskan Israel tetap memiliki target strategis yang harus dicapai dan siap melanjutkan perang bila diperlukan.

Israel bahkan secara eksplisit melanjutkan serangan besar ke Lebanon, termasuk operasi militer yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam konflik terbaru.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar target-target Hizbullah, termasuk infrastruktur militer dan pusat komando. Namun laporan di lapangan menunjukkan serangan juga berdampak luas pada wilayah sipil.

Serangan terbaru Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 254 orang dalam satu hari, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan dalam konflik yang sedang berlangsung.(8/4/2026)

Secara keseluruhan, korban jiwa di Lebanon telah mencapai lebih dari 1.700 orang sejak eskalasi konflik beberapa pekan terakhir, termasuk anak-anak.

Konflik ini juga telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar, dengan jutaan warga terdampak dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat serangan lintas batas antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Gencatan Senjata yang Rentan

Ketegangan semakin meningkat karena perbedaan tafsir atas kesepakatan gencatan senjata AS–Iran.

Amerika Serikat dan Israel sama-sama menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut, sementara Iran dan Rusia mendorong agar konflik di Lebanon menjadi bagian dari skema perdamaian regional.

Situasi ini membuat gencatan senjata berada dalam posisi rentan. Iran bahkan menilai serangan Israel telah merusak makna negosiasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *