Warta

Rentetan Kasus Gudang Amunisi Meledak dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ledakan gudang amunisi di Madiun bukan kali pertama. Ada sederet kasus serupa di beberapa tahun terakhir.

Ilustrasi ledakan yang terjadi di sejumlah gudang amunisi milik tni di sejumlah titik penyimpanan di tanah air
Ilustrasi ledakan yang terjadi di sejumlah gudang amunisi milik TNI di sejumlah titik penyimpanan di Tanah Air. (dok. Unsplash/Jeff Kingma)

catrawarta.comLagi-lagi, Gudang Amunisi milik TNI AD kembali meledak. Bahkan, ada korban jiwa dari personel TNI yang harus meregang nyawa di Pusat Gudang Amunisi TNI di Madiun, Kamis (16/7) lalu.

Ledakan di gudang yang menjadi penyimpanan amunisi berharga ini seharusnya justru menjadi tempat paling aman bagi prajurit saat bertugas. Namun, hal ini terasa berisiko ketika ada rentetan peristiwa berdarah yang juga meledakkan sejumlah gudang amunisi sebelumnya.

Seperti yang terjadi di Gudang Amunisi Kodam Jaya, Ciangsana pada Sabtu (30/3/2024) malam. Saat itu, kebakaran terdeteksi pertama kali sekitar pukul 18.05 WIB dengan munculnya asap dari Gudang Nomor 6 yang berisi sekitar 65 ton amunisi kadaluwarsa.

Tidak lama setelah asap membubung, rentetan ledakan dahsyat mulai terjadi dan terus berkecamuk hingga malam hari. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan total pada Minggu (31/7) dini hari. Tak ada korban jiwa, namun 86 orang mengalami luka-luka dan setidaknya 31 rumah warga sekitar mengalami kerusakan.  

Berdasarkan investigasi awal TNI, ledakan dipicu oleh material kimia amunisi yang sudah labil dan kedaluwarsa. Dilaporkan, zat kimia pada amunisi tua tersebut sudah tidak stabil, terjadi gesekan alami yang memicu panas ekstrem dan ledakan tanpa adanya korsleting listrik.

Pemusnahan amunisi kadaluwarsa oleh tim Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad) di Garut pada Mei 2205 juga menjadi sorotan. Setidaknya, ledakan besar dan tragis ini menyeret 13 korban tewas yang terdiri dari 4 prajurit TNI serta 9 warga sipil di sekitar lokasi.

Ada juga ledakan Gudang Amunisi Kopaska di Tanjung Priok pada Maret 2014. Menurut investigasi, ledakan dipicu oleh korsleting listrik yang menyambar amunisi. Akibatnya, 1 prajurit TNI dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Ada Catatan Sejarah Paling Mengerikan

Selanjutnya, gudang amunisi Korps Marinir TNI AL di Cilandak pada tahun 1984 juga mencatatkan sejarah mengerikan. Bahkan dilaporkan, ledakan ini disebut sebagai salah satu kecelakaan pangkalan militer paling mengerikan dan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Pada Senin (29/10/1984) malam, petugas menyaksikan kepulan asap yang berubah menjadi ledakan raksasa hingga merembet ke enam gudang amunisi lainnya. Sayangnya, gudang-gudang ini menyimpan ribuan ton persenjataan berat, termasuk peluru tajam, granat, ranjau tank, mortir, hingga roket artileri berukuran massif.

Lantaran temperatur panas ekstrem yang menyulut sumbu pendorongnya, ratusan roket berukuran sebesar batang pohon kelapa meluncur secara acak keluar gudang. Roket-roket aktif ini melesat liar di langit malam Jakarta hingga radius belasan kilometer tanpa arah.

Malam itu, setidaknya ada 15 orang dilaporkan tewas dan 26 orang luka-luka. Sementara ribuan wrga berjalan kaki panik menyelamatkan diri kea rah Depok hingga Bogor.

Penyelidikan internal TNI AL menyimpulkan bahwa sumber petaka berasal dari peluru mortir 80 mm buatan Yugoslavia yang sudah berusia tua.

Zat kimia mesiu cair tersebut mengalami degradasi dan kebocoran akibat pengaruh suhu udara gudang yang panas dan lembap. Akibatnya, terjadi reaksi kimia spontan yang memicu percikan api awal, menyulut ribuan ton bahan peledak berdaya tinggi.

Gudang Amunisi di Madiun Meledak

Military police car polisi militer in blue and white parked near a building with yellow columns emergency vehicle nearby
AMBULANS: Ambulans Polisi Militer dan RSUD Caruban membawa korban akibat amunisi TNI di Madiun meledak. (Sumber: Instagram kompas.tv)

Sebelumnya, Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Puspalad TNI AD di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikabarkan meledak pada Kamis (16/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden ledakan yang terjadi saat pemeriksaan dan perawatan amunisi ini mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan enam lainnya luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan pers sercara langsung mengungkapkan insiden terjadi saat personel melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu Gudang penyimpanan. Korban yang terluka kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus prosedural dan berjenjang,” papar Donny.

TNI AD telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap para korban. Pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit serta memberikan dan membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman kasus.

“Tim investigasi sudah dibentuk dan sudah berangkat menuju ke tempat kejadian. TNI AD berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban dan investigasi berjalan sebaik-baiknya,” tegas Donny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *