Warta

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kendari

catrawarta.com — Ribuan orang dan ratusan rumah terendam air akibat banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Banjir terjadi akibat hujan yang terus-menerus...

People wading through knee deep floodwater on a residential street
BANJIR: Warga Kendari mencari pengungsian akibat banjir.(Sumber: loker sultra)

catrawarta.comRibuan orang dan ratusan rumah terendam air akibat banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Banjir terjadi akibat hujan yang terus-menerus turun. Sejauh ini korban jiwa satu orang dan lainnya sedanh berusaha mencari tempat yang aman untuk pengungsian.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari, Cornelius Padang seperti dikutip dari antaranews.com, rumah yang terendam sebanyak 657. Warga yang terdampak mencapai 2.985 jiwa.

Ia juga mengatakan, mereka yang terdampak banjir ada di 15 titik lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, dua pemukiman warga di Kelurahan Kambu terdampak paling parah.

Pada masing-masing titik terdampak, rata-rata 100an rumah terendam. Air perlahan mulai surut setelah beberapa hari menggenang. Selain itu, ada pula rumah yang tak hanya terendam tetapi tertimpa longsoran tanah.

”Ada enam rumah di Anduonoho dan satu di Kendari Barat yang juga terkena longsoran tanah,” ungkap Cornelius masih dikutip dari antaranews.com.

Pintu Air Rusak

Ia menambahkan, banjir terjadi karena volume air yang terus bertambah akibat hujan deras berlangsung lama. Pintu air di sejumlah saluran mengalami kerusakan sehingga air tak terbendung.

Sementara itu, korban meninggal menurut cnnindonesia.com, seorang anak berusia lima tahun yang terseret arus deras banjir. Warga menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal saat ditemukan.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi, korban semula bermain air Bersama teman-temannya.

Diduga, korban tak kuat menahan laju derasnya air sehingga terseret. Teman-temannya tak berani menolong karena air sangat deras. Korban terseret cukup jauh dan ditemukan sudah meninggal.

Warga menemukan korban tak jauh dari pantai. Kemungkinan, korban terserat air banjir yang masuk ke sungai dan membawanya hingga ke laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *