catrawarta.com — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penegasan, pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak ( BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga Desember 2026. Rakyat pun menyambut gembira dan bersyukur, setidaknya hingga akhir tahun ini, bisa berhemat .
“ Pada tanggal 31 Maret yang lalu pemerintah dan Pertamina sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Jadi sekali lagi harga BBM bersubsidi itu adalah pertalite dan solar bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini ,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pera kebijakan transportasi dan BBM, Senin (6/4/ 2026).
Namun , tambah Airlangga, terkait harga avtur , karena ini tidak subsidi, harganya mengikuti perkembangan pasar. Untuk itu maskapai penerbangan bisa menyesuaikan tarif tiket pesawat. Tiket domestik, oleh pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 – 13 persen. “Pemerintah mengambil langkah strategis maka harga tiket tetap terjangkau di masyarakat harga tiketnya,” ujarnya.
Harga Tiket Pesawat Ada Langkah-langkah
Dikatakan Airlangga, untuk kenaikan harga tiket ini pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut, pertama PPN ditanggung pemerintah yaitu 11 persen untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp 1,3 triliun perbulannya.
“Tetapi pemerintah jadi persiapkan untuk 2 bulan maka dananya menjadi Rp 2,6 triliun, agar harga tiket naiknya maksimum di 9 sampai 13 persen,” tegasnya.
Pertamina juga diberikan relaksasi mekanisme pembayaran dengan maskapai menggunakan sistem tempat condition secara bisnis to bisnis kemudian untuk menjaga dan meningkatkan daya saing industri penerbangan.
Penurunan Harga Suku Cadang Pesawat
Pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen, sehingga diharapkan bisa menurunkan biaya operasional. “Kebijakan ini diperkirakan untuk memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi bisa meningkat sekitar Rp 700 juta per tahun dan bisa mendukung output PDB itu sampai Rp 1,409 miliar dan menciptakan lapangan kerja langsung sekitar 1.000 orang dan yang tidak langsung bisa sampai mendekati 3 x,” jelasnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, subsidi terhadap BBM itu tetap ada sampai dengan akhir tahun ini. Purbaya mengatakan, bila harga minyak dunia naik menjadi 100 dolar AS per barel, maka defisit anggaran masih 2,9 persen.
“Waktu saya exercice , kalau kenaikan harga minyak rata-rata 100 dolar per barel sampai akhir tahun, dengan exercice dengan pemotongan dan penghematan di sana-sini , pengamatan kita bisa pastikan defisit anggaran kita masih di sekitar 2,9 persen. Jadi bisa saya tegaskan lagi, harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun dan anggarannya cukup,” tegasnya.
Purbaya mengatakan, bila harga minyak lebih tinggi lagi, Indonesia punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih (SAL) .
Berkoordinasi dengan Seluruh Airlines
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, terkait dengan kondisi yang sedang tidak baik dengan ekonomi global maupun geopolitik, salah satunya adalah terhadap kenaikan avtur dalam menetapkan fuel surchange telah berkoordinasi dengan seluruh Airlines yang beroperasi di Indonesia khususnya domestik, sehingga dapat untuk kenaikan suhu surcast adalah 38 persen.
“Kami tidak sepihak dalam menetapkan kenaikan fuel surchange, kami berkoordinasi masukan dari pihak dan pihak yang lain khususnya airlines,” tegasnya.
Ia berterima kasih ke pemerintah yang telah menghapus untuk suku cadang pesawat, sehingga kedepannya diharapkan dengan pengurangan atau penghapusan bea masuk pesawat akan mengurangi beban biaya operasional dari maskapai penerbangan nasional.

TKA SMP Berjalan Lancar dan Kredibel, Pemerintah Tekankan Integritas dan Fungsi Evaluatif 