Catra Cendekia, Warta

PIP 2026 Bukan Lagi di Kemendikbud, Ini Nama Kementerian yang Benar dan Cara Ceknya

catrawarta.com — Di kolom pencarian Google, frasa “PIP Kemendikbud” masih ramai diketik. Padahal nama kementerian itu sudah tidak berlaku. Sejak kabinet dirombak,...

Kartu indonesia pintar card with garuda emblem and a purple gradient top over a white map outline of indonesia
Kartu indonesia pintar. (Sumber: magnific.com)

catrawarta.comDi kolom pencarian Google, frasa “PIP Kemendikbud” masih ramai diketik. Padahal nama kementerian itu sudah tidak berlaku.

Sejak kabinet dirombak, urusan Program Indonesia Pintar (PIP) berpindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atau Kemendikdasmen. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan — yang selama ini dikenal dengan singkatan Kemendikbud — sudah dihapus dari struktur pemerintahan. Jadi kalau warga masih mengetik “PIP Kemendikbud” di mesin pencari, wajar kalau hasilnya tidak akurat atau membingungkan.

Seiring perubahan nomenklatur tersebut, masyarakat kini diimbau untuk merujuk pada frasa “PIP Kemendikdasmen” guna mendapatkan informasi resmi yang akurat. Langkah ini penting agar para orang tua siswa tidak keliru dalam mengakses pembaruan data terkait bantuan pendidikan tersebut. 

Program PIP sendiri masih berjalan di 2026. Sasarannya tetap sama — murid dari keluarga miskin atau rentan miskin, termasuk pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), penerima PKH, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera, anak yatim piatu, dan korban bencana. Tujuannya supaya mereka tidak berhenti sekolah karena alasan biaya. Untuk mengecek apakah nama anaknya terdaftar sebagai penerima, orang tua bisa buka laman resmi PIP Kemendikdasmen, masukkan NIK dan data peserta didik, lalu cari.

Bersamaan dengan PIP, pencarian soal bansos juga ramai. Yang paling banyak dicari adalah pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 dan cara cek pakai NIK.

Kementerian Sosial bersama BPS sudah mulai menyalurkan bansos triwulan II 2026. PKH dan Program Sembako untuk periode April–Juni disebut sudah berjalan sejak 10 April lalu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf — yang biasa dipanggil Gus Ipul — menjelaskan soal ini di kantornya di Jakarta Pusat, awal April. Ia menyebut pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini dilakukan setiap tanggal 10, lebih awal dari sebelumnya.

“Setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya,” kata Gus Ipul, Rabu (1/4).

Bagi yang ingin mengecek status bansos, caranya lewat laman cekbansos.kemensos.go.id. Siapkan NIK 16 digit, masukkan kode verifikasi, klik “Cari Data”. Bisa juga lewat aplikasi Cek Bansos — isi NIK, nama sesuai KTP, dan wilayah domisili. Di aplikasi yang sama, warga juga bisa mengusulkan atau menyangkal nama penerima yang dianggap tidak tepat sasaran. Kalau butuh bantuan langsung, ada call center 021-171 dan WhatsApp 0887-7171-171.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *