catrawarta.com — Upaya mendorong diversifikasi pertanian terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung Jawa Tengah sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekspor. Salah satu fokus yang kini dikembangkan adalah komoditas edamame dan buncis, yang dinilai memiliki peluang besar di pasar internasional.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menegaskan pentingnya petani mulai beralih atau menambah jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding komoditas konvensional seperti padi. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti panen raya edamame dan melakukan kunjungan ke PT Kelola Agro Makmur di Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan, pada Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kondisi geografis Temanggung yang berada di wilayah pegunungan dengan iklim sejuk sangat mendukung pengembangan edamame dan buncis. Selain faktor alam, tren permintaan global terhadap sayuran beku terus meningkat, menjadikan kedua komoditas ini sebagai peluang ekspor yang menjanjikan. Produk-produk tersebut bahkan telah menembus pasar negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga India.
Kehadiran Pihak Swasta
Kehadiran pihak swasta melalui kemitraan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ini. PT Kelola Agro Makmur, misalnya, memberikan kepastian pasar bagi petani melalui sistem kontrak yang menjamin harga dan penyerapan hasil panen. Selain itu, petani juga mendapatkan pendampingan teknis serta pemahaman mengenai standar kualitas ekspor, termasuk proses sortasi yang ketat.
Direktur Utama perusahaan tersebut, Gema Ramadan, mengungkapkan, permintaan pasar internasional terhadap edamame dan buncis masih sangat tinggi. Namun, pihaknya menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan tersebut akibat keterbatasan pasokan bahan baku dari dalam negeri. Oleh karena itu, perluasan areal tanam dan peningkatan jumlah petani mitra menjadi langkah yang terus didorong.
Di tingkat petani, komoditas ini terbukti memberikan keuntungan yang lebih menarik. Salah satu petani mitra, Ahmad Sudadi, menyebut edamame lebih menguntungkan dibandingkan padi, terutama pada lahan tadah hujan yang selama ini memiliki produktivitas terbatas. Dari lahan seluas 0,5 hektare, ia mampu menghasilkan hingga 4 ton edamame dalam satu kali panen, memberikan potensi pendapatan yang signifikan.
Melihat potensi tersebut, Pemkab Temanggung optimistis, pengembangan edamame dan buncis dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, diversifikasi pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok sayuran berkualitas di pasar global.

Rayakan HUT ke-110 Sleman dengan Uji Emisi 1.000 Kendaraan 