catrawarta.com — PPPA Daarul Quran bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Training of Trainers (ToT) Iqro Braille bagi pengajar Al Qur’an dan komunitas disabilitas netra di Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Aula Tahfizh Tower Gedung Pesantren SahabatQu, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (14/3/2026).
Manager Pengembangan Program Strategis PPPA Daarul Quran, Maulana Kurnia Putra mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Ramadan kolaborasi PPPA Daarul Quran dan BPKH yang sebelumnya telah digelar di Bandung dan Jakarta. Yogyakarta menjadi kota ketiga sekaligus upaya memperluas distribusi mushaf isyarat, Iqro Braille, serta pelatihan membaca Al Qur’an bagi penyandang disabilitas.
“Kami menargetkan dari tiga kota ini lahir 200 pengajar baru, terdiri dari 100 pengajar Al Qur’an isyarat untuk muslim tuli dan 100 pengajar Iqro Braille untuk tunanetra,” kata Maulana.
Pelatihan di Yogyakarta diikuti 51 peserta dari berbagai wilayah DIY, mulai dari penyandang tunanetra, guru SLB, hingga pengajar Al Qur’an yang ingin meningkatkan kemampuan mengajar bagi penyandang disabilitas.
Salah satu peserta tunanetra, Novita Diah H, mengaku mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran melalui metode Braille agar dapat membagikan ilmunya kepada sesama.
“Saya ingin menambah kemampuan membaca Alquran dan menghafal titik-titik Braille. Nanti jika sudah mampu, saya ingin mengajarkannya kepada yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, pengajar Al Qur’an Cerah Bintara Nurman mengatakan pelatihan ini penting karena selama ini ia belum dapat menerima murid tunanetra akibat keterbatasan pengetahuan metode pengajaran.
Menurut Maulana, selama ini banyak penyandang tunanetra mempelajari Alquran hanya melalui media audio. Padahal kemampuan membaca melalui Braille penting agar mereka dapat belajar secara lebih mandiri.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama pembelajaran Al Qur’an Braille adalah ketersediaan mushaf yang terbatas dan relatif mahal. Satu jilid mushaf Braille biasanya hanya memuat satu juz sehingga satu set lengkap 30 juz membutuhkan ruang dan biaya yang tidak sedikit.

Lulusan SMA yang Membina Sarjana hingga Profesor 