catrawarta.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bergerak maju termasuk berkolaborasi dengan pihak-pihak lain dengan harapan bisa memberi manfaat dan nilai tambah bagi kepentingan jamiah. Salah satu pihak yang diajak bersinergi adalah Universitas Indonesia (UI).
Kedua lembaga ini baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Gedung PBNU Lantai 1 Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (13/5/2026). MoU tersebut merupakan langkah penguatan kerja sama di bidang akademik dan layanan sosial antara PBNU dan UI.
Dalam sambutannya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, penandatanganan MoU antara PBNU dengan UI ini mencakup wilayah kerja sama yang luas, mulai dari bidang akademik hingga berbagai layanan masyarakat yang selama ini menjadi domain NU.
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan kerangka transformasi NU. Menurut Gus Yahya, NU hanya dapat berkembang apabila dua sayap utamanya diperkuat, yakni sistem layanan sosial dan korporasi ekonomi.
“Dua hal ini lapangannya sangat terbuka. NU akan mendapatkan manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda NU,” katanya.
Menghadirkan Kemaslahatan
Ia berharap kerja sama PBNU dan UI dapat menghadirkan kemaslahatan bagi kedua lembaga, masyarakat, bangsa dan negara. Kerja sama kedua belah pihak ini bisa membuahkan manfaat besar, bukan hanya bagi kedua belah pihak, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta dilimpahi barokah Allah SWT.
Dalam kesempatan yang sama Rektor UI Heri Hermansyah menyatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mendorong peningkatan kualitas bersama antara UI dan kampus-kampus di lingkungan PBNU. Semua itu dimaksudkan pula agar universitas-universitas yang ada di lingkungan PBNU supaya bisa maju bersama.
Rektor UI menambahkan, UI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri untuk meningkatkan standar mutu pendidikan. Salah satu contohnya adalah pengakuan dua tahun masa studi UI oleh University of Melbourne.
Program Gelar Ganda
Kerja sama ini juga dapat diwujudkan melalui program gelar ganda (double degree) antara kampus NU dan UI untuk meningkatkan standar pendidikan yang diakui secara nasional maupun internasional.
Selain itu, UI juga membuka peluang program rekrutmen bagi siswa kelas 3 SMA dengan memilih 100 santri dan siswa terbaik untuk melanjutkan studi pada 10 program studi prioritas. Saat ini UI memiliki 38 program studi berstandar internasional.
Menurut Heri, langkah awal setelah penandatanganan MoU adalah melakukan pemetaan program studi dan kurikulum kampus-kampus NU agar selaras dengan standar UI. Ia berharap langkah tersebut dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang akan menjadi pemimpin masa depan di lingkungan PBNU maupun Indonesia.

Ponton Tambang Silokek, Krisis Ekologi Ekonomi Ilegal 