Warta

Momentum Harlah ke-80, Muslimat NU DIY Serukan Penghentian Perang

catrawarta.com — Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerukan penghentian perang di seluruh dunia dalam momentum peringatan Hari...

Pembacaan pernyataan sikap Muslimat NU DIY. (Istimewa)

catrawarta.comPimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerukan penghentian perang di seluruh dunia dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal, Minggu (12/4/2026).

Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Dalam pernyataan itu, Muslimat NU DIY mengimbau agar PBB dapat menjalankan perannya secara lebih maksimal dalam menghentikan berbagai konflik bersenjata yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia, serta mendorong terciptanya perdamaian global yang berkelanjutan.

Pernyataan ini menjadi bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap situasi kemanusiaan global yang hingga kini masih diwarnai konflik dan peperangan. Organisasi perempuan Nahdlatul Ulama tersebut menegaskan bahwa perdamaian merupakan fondasi utama bagi terwujudnya kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.

Kegiatan yang digelar di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Muslimat NU dari tingkat pusat hingga wilayah. Tampak hadir Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi, serta Ketua PW Muslimat NU DIY Fatma Amilia Jamil.

Selain para tokoh nasional, acara tersebut juga dihadiri oleh ribuan anggota Muslimat NU dari seluruh wilayah DIY serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas organisasi sekaligus semangat kebersamaan dalam memperingati perjalanan panjang Muslimat NU yang telah mencapai delapan dekade.

Refleksi Peran Strategis Muslimat NU

Rangkaian kegiatan dalam acara ini tidak hanya berfokus pada peringatan Harlah dan halal bihalal, tetapi juga diisi dengan berbagai agenda penting lainnya. Di antaranya adalah penganugerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa, pelepasan calon jemaah haji, serta peluncuran (launching) Kartu Anggota Muslimat NU sebagai bagian dari penguatan kelembagaan organisasi.

Momentum Harlah ke-80 ini dimaknai tidak sekadar sebagai perayaan usia organisasi, tetapi juga sebagai refleksi peran strategis Muslimat NU dalam menjawab berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Melalui seruan penghentian perang ini, Muslimat NU DIY menegaskan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam menciptakan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *