Warta

Mengenal Skizofrenia yang Diperingati Tiap 24 Mei

catrawarta.com — Mendengar kata ”skizofrenia” biasanya yang terlintas langsung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Stigma pada mereka yang mengalami skizofrenia sangat...

Man with a shaved head in a light blue shirt holds his head in both hands showing stress or frustration with a blurred duplicate beside him
HALUSINASI: Penderita skizofrenia biasanya mengalami halusinasi visual maupun audio.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comMendengar kata ”skizofrenia” biasanya yang terlintas langsung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Stigma pada mereka yang mengalami skizofrenia sangat buruk. Hingga kini, masih ada saja yang melakukan hal-hal buruk pada penderita misalnya, pemasungan dan pengisolasian di tempat-tempat yang sangat tidak layak, bahkan penyiksaan.

Apa sih sebenarnya ”skizofrenia”? Kenali dan pahami agar tak mudah menjatuhkan tuduhan negative pada penderita yang jumlahnya di seluruh dunia mencapai lebih 20 juta orang.

Pada laman singlecare.com, ”skizofrenia” berasal dari bahasa Yunani, dengan ”schizo” yang berarti ”erbelah” dan ”phrene” yang berarti ”pikiran”. Skizofrenia berbeda dari gangguan identitas disosiatif, yang sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda.

Dituliskan, ada banyak gejala skizofrenia, dan individu dapat mengalaminya dengan cara yang berbeda. Skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang biasanya berkembang di awal masa dewasa. Meskipun gejalanya seringkali lebih buruk pada awal kondisi, pilihan pengobatan yang sudah mapan dan yang sedang berkembang tersedia dan efektif.

Gangguan Mental Kronis

Skizofrenia, jelas laman tersebut, merupakan gangguan mental kronis dan berat yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Hal itu dapat memengaruhi persepsi seseorang tentang realitas, interaksi sosial, dan proses berpikir.

Gejala skizofrenia meliputi, halusinasi seperti halusinasi visual ketika penderita melihat hal-hal yang tidak ada. Bisa pula halusinasi auditori atau mendengar suara-suara.

Gejala lain, delusi. Penderita bisa mengalami keyakinan palsu. Meskipun keyakinan itu tidak benar tetapi penderita sangat meyakini kebenarannya.

Ada pula gangguan kognitif yakni cara berpikir yang tidak biasa atau ucapan yang tidak teratur, termasuk misalnya kesulitan dalam hubungan sosial.

Beberapa Jenis Skizofrenia

Ada beberapa jenis utama skizofrenia meliputi skizofrenia paranoid, skizofrenia katatonik, skizofrenia tak terklasifikasi, dan gangguan skizoafektif.

”Penelitian menunjukkan, kombinasi faktor fisik, genetik, psikologis, dan lingkungan dapat membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut. Kondisi itu diturunkan dalam keluarga, tetapi belum ada gen tunggal yang ditemukan bertanggung jawab,” papar seorang ahli neuropsikologi klinis yang berbasis di California dan pembawa acara podcast SuperCharged Life, Judy Ho PhD.

Data terbaru menurut singlecare.com berdasarkan sejumlah referensi, skizofrenia memengaruhi lebih dari 23 juta orang di seluruh dunia. Jumlah kasus baru skizofrenia adalah 1,2 juta per tahun pada 2025.

Skizofrenia merupakan penyebab utama ketiga kecacatan di seluruh dunia. Sekitar 5 persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri, biasanya dengan risiko lebih tinggi pada awal penyakit mental tersebut. Selain itu, sekitar 20 persen penderita skizofrenia mencoba bunuh diri setidaknya sekali. Risiko tertinggi terjadi pada pria muda yang juga mengonsumsi alkohol atau narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *