catrawarta.com — Banyak kasus gangguan kesehatan mental yang berakhir pada bunuh diri. Belum lama, seorang laki-laki muda menjatuhkan diri dari lantai atas Pondok Indah Mal 2 Jakarta Selatan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga pernah melakukannya dengan cara berbeda.
Ini menjadi bukti nyata pentingnya kesehatan mental. Seseorang dengan gangguan kesehatan mental memerlukan bantuan untuk sehat kembali. Banyak cara mencegah dan menngembalikan Kesehatan mental, salah satunya olahraga.
Data berbagai sumber menyebutkan, saat ini sebanyak 280 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi. Hal ini ber berkontribusi secara signifikan terhadap disabilitas. Kebanyakan tidak dapat mengakses pengobatan karena berbagai alasan, antara lain kemiskinan.
”Karena itu pengobatan berbiaya rendah dan mudah diakses masyarakat harus terus diupayakan,” ungkap Pakar Fisiologi dan Olahraga dari FK-KMK UGM, Dr Zaenal Muttaqien Sofro.
Ia mengatakan, pengobatan yang sangat murah yakni olahraga. Olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Keduanya dapat berjalan seimbang.
Manfaat bagi Kesehatan Mental
Menurut Zaenal olahraga memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental, terlebih apabila dilakukan tempat yang terbuka dan terpapar sinar matahari. Namun demikian, kegiatan tersebut perlu dilakukan secara rutin bukan asal-asalan.
Ia menggambarkan seperti halnya obat, olahraga tidak bisa secara seragam kepada setiap orang. Masing-masing berbeda keinginan dan kebutuhannya sehingga ada prinsip kecocokan. Dengan begitu, seseorang akan merasakan manfaatnya.
”Ketika ada kecocokan, secara psikis maupun fisik maka akan manjur. Begitu juga olahraga yang bermanfaat untuk terapi harus ada kecocokan dengan yang menjalani,” papar Zaenal.
Selain kecocokan, soal waktu juga sangat berpengaruh. Ia memberi saran, olahraga yang baik dilakukan dua jam setelah makan. Hal itu berkaitan dengan metabolism tubuh yang akan membuat respons fisiologis lebih maksimal.
Intensitas Olahraga Tepat
Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika olahraga berlangsung dengan intensitas yang tepat, tubuh tidak hanya mengalami adaptasi fisik tetapi juga regulasi emosi. Menurutnya, respons biologis yang semula identik dengan stres, jika dikelola dalam batas aman, dapat menjadi sarana pelatihan adaptasi psikologis.
”Saat olahraga terjadi peningkatan adrenalin dan tubuh akan mengelola tekanan. Semua itu dilakukan tanpa berlebihan sehingga manfaatnya benar-benar terasa,” ujar Zaenal.
Ia menambahkan olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan mental antara lain pace walking, jogging, bersepeda statis, berenang, senam aerobik. Hanya saja khusus pada aerobik, perlu diperhatikan batasannya supaya tidak mengakibatkan kelelahan berlebihan.

Hari Perempuan Sedunia, Dari Perjuangan Hak hingga Peran di Era Modern 