Warta

Lulusan SMA di Bantul Alami Bullying, Nyaris Akhiri Hidup

Seorang lulusan salah satu SMA di Bantul menceritakan kisah ketika sekolah di sana. Ia mengalami perundungan bukan hanya dari teman tetapi juga...

Forearm with stop bullying written in black surrounded by open hands in a supportive pose
PERUNDUNGAN: Ilustrasi stop perundungan karena sangat merusak mental.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comPendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang heboh. Seorang lulusan salah satu SMA di Bantul menceritakan kisah ketika sekolah di sana. Ia mengalami perundungan bukan hanya dari teman tetapi juga guru. Dampaknya, ia sampai depresi dan harus mengonsumsi obat dari psikiater hingga sekarang.

Cerita itu diungkapkan akun threads gh05tx0. Belum diketahui nama asli lulusan SMA tersebut. Ia menceritakan kisahnya secara runtut. Terlihat betapa emosinya yang bersangkutan bercerita hingga mengatakan sekolah tempatnya belajar sebagai sekolah sampah.

Kisah berawal dari fitnah dari seorang guru. Ia dituduh melakukan kejahatan yang sama sekali tidak dilakukannya. Selain guru wali kelas, guru BK juga terlibat dalam fitnah. Bukan dirinya yang melakukan kejahatan, namun berhasil membongkar kejahatan dan malah dituduh sebagai pelaku.

Fitnah tak berhenti di situ. Grup wali murid dan murid juga mendapat provokasi dari guru sehingga teman-teman menjauhinya. Ia merasa sendirian dan ingin keluar sekolah namun anehnya ditahan supaya meneruskan pendidikan. Dugaannya, sekolah dianggap gagal apalagi kalau kabar perundungan dan tuduhan fitnah tersebar luas.

Mental Hancur

”Setelah kejadian itu, mental saya jadi hancur berkeping-keping, yang awalnya teman saya ada puluhan, akhirnya menjadi hampir tidak ada, bahkan setelah lulus SMA saya tidak punya teman sama sekali karena saya tidak mau kuliah akibat trauma yang saya alami,” tulis akun itu.

Singkat cerita, ia sering menangis sendiri dan kemudian berobat ke psikiater. Hasilnya, ia menderita mental illness. Obat dari psikiater harus diminum secara rutin. Sempat terpikir untuk bunuh diri guna mengakhiri segalanya.

Ia mengingatkan anak-anak yang mau melanjutkan ke jenjang SMA untuk berpikir ulang masuk ke sekolahnya dulu. Cukup dirinya saja yang menjadi korban. Ia menyarankan lulusan SMP untuk mencari sekolah yang benar-benar aman dan nyaman.

Ternyata, perundungan tak hanya menimpa satu orang. Beberapa orang berkomentar dan mengalami hal yang sama di sekolah tersebut. Lingkungan sekolah menurut mereka tidak sehat.

”Akupun alumni sana. Betul-betul lingkungannya sudah tidak sehat untuk Kesehatan jiwa raga. Sama persis seperti yang kamu alami. Bahkan dtuduh memakai narkoba. Ditantang tes darah untuk cek narkoba dan tes keperawanan. Fitnah kejam di jaman itu. Sungguh sampai mati gak akan pernah ada maaf untuk mereka,” tulis akun msowl10.

Beberapa akun menyarankan agar instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan investigasi. Mantan siswa, guru dan siapa pun yang terlibat harus mendapat tindakan tegas karena telah merusak mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *