Warta

DIY Unggulan Sport Tourism, 10.200 Pelari Ramaikan Mandiri Jogja Marathon

catrawarta.com — Olahraga lari menjadi salah satu tren gaya hidup sehat usai pandemi Covid-19. Hampir setiap bulan ada lomba lari dengan skala...

Group of people at a flag raising ceremony a man in a suit holds a flagpole while others wave blue and checkered flags in the background
START: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas peserta Mandiri Jogja Marathon dari pelataran Candi Prambanan.(Sumber: humasjogja)

catrawarta.comOlahraga lari menjadi salah satu tren gaya hidup sehat usai pandemi Covid-19. Hampir setiap bulan ada lomba lari dengan skala lokal, nasional maupun internasional. Kali ini, ribuan pelari mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2006, Minggu (21/6/2026) di Candi Prambanan, Sleman.

Jumlah pasti peserta menurut data panitia, ada 10.200 dengan kategori Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run. Peserta harus melewati lintasan yang telah tersertifikasi AIMS.

Setiap peserta memperoleh race pack berisi nomor BIB, jersey, hingga medali finisher, sementara kategori Half Marathon dan Marathon mendapat tambahan finisher tee.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista, menjelaskan peserta MJM 2026 ini mencapai 10.200 pelari dari 17 negara. Ini menjadi gelaran dengan peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017.

Dipaparkannya, tema MJM 2026 yakni ”More Than a Race” yang dijabarkan ke dalam empat ekspresi, yakni pengalaman lari ikonik (experience), perayaan budaya (celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (trip to Jogja), serta dampak sosial dan ekonomi (impact).

Sinergi Bank Mandiri

”Mandiri Jogja Marathon adalah wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race,” ujar Adhika dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas start para peserta. Ia mengungkapkan, bagi DIY marathon tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya, memperkuat sektor pariwisata dan menciptakan nilai ekonomi. Masyarakat langsung merasakan dampaknya.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menilai Yogyakarta memiliki modal besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan sport tourism.

Wilayah ini memiliki perpaduan keindahan alam, kekayaan budaya dan kualitas penyelenggaran kegiatan. Hal itu menjadi kekuatan menarik yang dapat menjaring wisatawan domestik maupun manca negara.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menambahkan, MJM mengukuhkan posisi Kota Budaya sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara. Marathon mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menggerakkan sirkulasi ekonomi daerah. Banyak hotel penuh, tempat kuliner terdampak, begitu juga destinasi wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *