Warta

DIY Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Bisa Diraih

catrawarta.com — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DIY pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh meyakinkan di angka 5,84 persen secara tahunan...

Group photo of conference attendees in a large meeting room front row standing and others behind them
Ilustrasi: Sektor UMKM menjadi tulang pungung ekonomi kerakyatan. Dalam gambar sejumlah pengelola UMKM sedang mengikuti penyuluhan. (Dinas Koperasi DIY)

catrawarta.comBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DIY pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh meyakinkan di angka 5,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut memicu optimisme tinggi, target pertumbuhan 6 persen di akhir tahun bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.

Sektor jasa, perdagangan dan keuangan  masih menjadi motor penggerak utama dan menjaga stabilitas sekaligus memacu akselerasi ekonomi daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, ekonomi di daerah ini pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh meyakinkan di angka 5,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Capaian tersebut memicu optimisme tinggi, target pertumbuhan 6 persen di akhir tahun bukanlah hal yang mustahil untuk diraih,” ujar ​Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Hermawan Ardiyanto, Sabtu (6/5/2026).

Ia mengungkapkan, keberadaan sektor memiliki multiplier effect atau efek berantai yang sangat luas. Hal itu, karena berkaitan dengan banyak sektor seperti sektor perhotelan, restoran hingga industri kreatif dan transportasi.

​”Sektor pariwisata ini dampaknya sangat besar. Tidak hanya industri kreatif dan perdagangan, tapi juga hotel dan restoran. Potensi nilai tambah (added value) dari pariwisata ini yang harus kita manfaatkan lebih tinggi lagi demi mendongkrak pertumbuhan,” ucap Hermawan, Sabtu (9/5/2026).

​Tantangan ke depan, lanjutnya, bukan lagi sekadar mengejar kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan, melainkan meningkatkan kualitas belanja mereka (quality tourism). Apabila strategi itu berhasil diterapkan secara konsisten, dirinya yakin angka 6 persen dapat diraih.

​”Kualitas turis ini harus jadi perhatian utama. Jika pengeluaran wisatawan selama di Yogya meningkat, saya yakin bukan tidak mungkin pertumbuhan 6 persen akan tercapai pada akhir tahun nanti,” ucapnya.

Adapun soal tantangan ekonomi global, khususnya fluktuasi nilai tukar rupiah, Hermawan menyebut,  pelaku usaha harus mulai adaptif. Salah satu strategi yang diusulkan adalah perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional.

Bergabungnya Indonesia ke dalam blok BRICS diharapkan mampu memberikan alternatif mata uang selain dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional.

​Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan, target 6 persen merupakan tantangan besar di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis. Investasi dan stabilitas nilai tukar tetap menjadi variabel yang sangat menentukan.

​”Dengan kondisi ekonomi saat ini, investasi dan nilai tukar memang cukup berpengaruh. Itu tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar Ni Made.

​Menurutnya, Pemda DIY tetap menaruh harapan besar pada sektor UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Selain itu, diversifikasi pasar ekspor produk lokal DIY mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Produk-produk unggulan seperti mebel kini tidak lagi bergantung pada pasar Amerika Serikat, melainkan sudah merambah ke wilayah Timur Tengah dan Asia, termasuk Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *