Warta

Lewat PKA Pemda DIY Siapkan Administrator Unggul

catrawarta.com — Para pejabat administrator di lingkungan Pemda DIY kini tidak lagi bekerja hanya karena ‘takut’ aturan atau sekadar patuh pada prosedur...

Sekda Pemprov DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti

catrawarta.comPara pejabat administrator di lingkungan Pemda DIY kini tidak lagi bekerja hanya karena ‘takut’ aturan atau sekadar patuh pada prosedur (procedural compliance). Namun, harus memenuhi tiga dimensi utama yaitu kapasitas analitis yang tajam, komitmen institusional dan aspirasi yang selaras dengan arah pembangunan DIY.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov  DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti saat pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, di Badan Diklat, Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta menyebutkan, era birokrasi yang hanya mengandalkan rutinitas administrati kini telah usai. Pihaknya berharap PKA ini tidak hanya menghasilkan tumpukan kertas proyek perubahan sebagai output administratif.

“Kita butuh administrator yang punya ownership (rasa memiliki) terhadap kinerja organisasi,” ujar Sekda.

Pelatihan kepemimpinan, lanjutnya, kini menjadi medan kurasi yang ketat, bukan sekadar pelengkap riwayat hidup. Hal itu perlu dilakukan, karena sering terjadi kegagalan transisi jabatan yang  menghantui organisasi publik. Faktanya, hampir 40 persen perpindahan jabatan internal berisiko gagal karena organisasi kerap keliru dalam mengidentifikasi talenta.

 “Pelatihan ini adalah bagian dari desain besar. Kita tidak sedang sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjalankan strategi manajemen talenta untuk memastikan keberlanjutan organisasi,” ujarnya.

Ni Made menyebut, PKA 2026 diposisikan sebagai talent acceleration platform. Artinya, para peserta yang hadir saat ini sejatinya sedang masuk dalam radar pencarian bakat birokrasi. Mereka sedang dipersiapkan untuk masuk ke dalam talent pipeline yang akan mengisi posisi-posisi strategis di masa depan.

Ada tiga kapabilitas kunci yang diharapkan lahir dari pelatihan tersebut. Meliputi kemampuan menerjemahkan visi strategis Gubernur ke dalam langkah operasional yang terukur, adaptif terhadap gempuran transformasi digital dan memiliki keberanian mengambil tanggung jawab, melampaui sekadar kepatuhan formal.

“Kita sedang menyiapkan pondasi kepemimpinan yang kokoh bagi birokrasi yang adaptif. Semua harus terukur dan berbasis kompetensi,” ucap Sekda.

Kepala Badan Diklat DIY, Amin Purwani menyampaikan, pelatihan berlangsung 105 hari, hingga 21 Mei 2026. PKA kali ini menggunakan metode blended learning yang memadukan jalur fisik dan non-fisik (hybrid).

Amin merinci, kurikulum pembelajaran dibagi menjadi tiga pilar utama yaitu kelompok pelatihan inti, dasar, dan pilihan. Seluruhnya dikemas dalam lima agenda besar, mulai dari Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, hingga Manajemen Kinerja dan Aktualisasi Kepemimpinan.

Menariknya, komposisi peserta PKA Angkatan I ini menunjukkan potret kepemimpinan yang inklusif. Dari total 40 peserta, jumlah perempuan 21 orang mendominasi tipis atas laki-laki 19 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *