Warta

Layanan Cuci Darah di Gunungkidul Jadi Perhatian Serius, Antrean Pasien Capai 278 Orang

catrawarta.com — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan perhatian serius terhadap layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah, menyusul panjangnya antrean pasien yang kini mencapai...

A man in a tan official uniform speaks into a microphone at a conference table surrounded by colleagues in similar attire and yellow headscarves with food and beverages on the table
Kadinkes Gunungkidul memberikan penjelasan soal pengembangan layanan hemodialisa. (kedaulatanrakyat)

catrawarta.comPemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan perhatian serius terhadap layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah, menyusul panjangnya antrean pasien yang kini mencapai 278 orang. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan langkah pengembangan kapasitas layanan di sejumlah rumah sakit guna mempercepat penanganan dan memperluas akses kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menjelaskan, pengembangan layanan akan difokuskan di RSUD Wonosari dengan rencana penambahan kapasitas hingga 20 tempat tidur. Selain itu, layanan hemodialisa juga akan diperluas ke RSUD Saptosari dengan target penambahan 10 tempat tidur, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah selatan. “Untuk RSUD Saptosari, fasilitas fisik dan instalasi oksigen sentral sudah siap,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Tahap selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan tempat tidur rumah sakit (hospital bed), yang usulannya telah dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Selain pengembangan layanan hemodialisa, Kemenko PMK juga mendorong peningkatan status RSUD Saptosari dari rumah sakit Kelas D menjadi Kelas C. Peningkatan ini mensyaratkan penambahan berbagai unit layanan serta penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.

Ismono menambahkan, pemerintah pusat berkomitmen untuk mengawal proses pengadaan alat kesehatan dan renovasi fasilitas. Hal ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan layanan, khususnya hemodialisa dan kesehatan jiwa, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Gunungkidul secara merata.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan manusia tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Ia berharap keterlibatan pemerintah pusat dapat memperkuat kebijakan daerah sekaligus menghadirkan intervensi nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *