catrawarta.com — Satu keluarga yang meninggal bersamaan di dalam tenda di objek wisata Posong, Temanggung diduga kuat akibat kebocoran gas portable. Gas kecil dalam kaleng tersebut aman kalau tidak ada kebocoran dan hanya sekali pakai. Sangat berbahaya kalau sudah diisi ulang karena rawan kebocoran. Jadi sebaiknya jangan pernah isi ulang apalagi dengan LPG biasa.
Polisi melalui Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra menyatakan, dari ciri-ciri saat korban ditemukan, kemungkinan besar akibat keracunan gas. Tubuh korban sudah kaku, tangan menggenggam dan dari mulut keluar busa. Ini merupakan tanda keracunan gas. Beda dengan keracunan makanan yang biasanya tubuh melakukan perlawanan, muntah mengeluarkan kotoran dari tubuh.
Keracunan gas, apapun jenisnya, cenderung lemas, tidak berdaya, sesak napas dan akhirnya bisa fatal yakni kematian. Korban pada umumnya juga mengeluarkan cairan mirip busa dari mulut.
Laman halodoc.com menuliskan bahayanya menghirup gas bekas pembakaran yang disebut karbon monoksida. Gas itu bisa berasal dari minyak petrol, sisa pembakaran gas, sisa pembakaran kayu padat. Gas bisa tidak berasa, tidak berbau namun sangat berbahaya.
Tiga Jenis Sisa Pembakaran
Masih dari halodoc.com, ada tiga jenis sisa pembakaran yang berbahaya. Pertama, kendaraan yang dalam posisi hidup dalam ruangan tertutup. Sisa asap pembakaran sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.
Kedua, penggunaan peralatan listrik dalam rumah yang tidak benar berpontensi menghasilkan gas karbon monoksida yang juga sangat berbahaya. Ketiga, alat pemanas yang menggunakan proses pembakaran dan tidak ada ventilasi ruangan. Pernah terjadi kasus pemanas menggunakan gas yang juga meracuni penghuni hingga meninggal.
Laman lain, alodokter.com menambahkan, paru-paru sangat mudah menghirup gas karbon monoksida seperti halnya menghirup oksigen. Seseorang yang terpapar gas karbon monoksida, kemampuan darah untuk mengikat oksigen bakal berkurang.
Itu terjadi karena gas karbon monoksida lebih mudah terikat dengan hemoglobin sehingga darah akan membentuk carboxyhaemoglobin. Ketika gas tersebut semakin banyak terserap, oksigen berkurang sehingga membuat tubuh lemas.
Penyebab Keracunan Gas
Ada banyak penyebab keracunan gas antara lain saat seseroang ada di lokasi kebakaran, ada dalam ruangan tanpa ventilasi bersama mobil atau mesin generator yang menyala. Bisa juga di dalam mobil yang tidak bergerak tetapi mesinnya menyala, dengan jendela atau pintu tertutup rapat. Kebocoran pada knalpot atau sistem pembuangan gas membuat orang yang berada di dalam keracunan.
Ketika berenang di area sekitar jet ski atau kapal yang mesinnya menyala, memudahkan seseorang keracunan. Menggunakan peralatan berbahan bakar minyak, arang, kayu, atau gas, yang tidak dipasang dengan benar di dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk.
Bahkan merokok ternyata juga bisa mengakibatkan keracunan gas terutama pada rokok jenis shisha dab berada di ruangan tertutup. Dapur yang tidak ada ventilasi juga sangat berbahaya. Ada lagi yang sangat berbahaya, cairan pembersih cat yang mengandung methylene chloride (dichloromethane).
Pada kasus meninggalnya sekeluarga dari Ambarawa yang meninggal di dalam tenda, polisi sedang melakukan penyelidikan bersama tim kedokteran. Hasil autopsi akan memberi gambaran jelas penyebab kematian empat orang yang terdiri atas orang tua dan dua anaknya.

Listrik Sumatra Padam Total, Kelemahan Sistemik 