Warta

Kematian Murid di Ngada, Kemendikdasmen Datangi Rumah Duka

catrawarta.com — Meski dihantam kritik keras, karena dianggap lalai, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetap memberikan perhatian dan duka mendalam atas...

Perwakilan Kemendikdasmen mendatangi keluarga murid SD di Kabupaten Ngada yang mengundang keprihatinan, karena meninggal dengan cara tidak wajar. (Istimewa)

catrawarta.comMeski dihantam kritik keras, karena dianggap lalai, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetap memberikan perhatian dan duka mendalam atas meninggalnya seorang murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT). Wujud empati dan kepedulian itu diantaranya dalam bentuk bantuan terhadap kesejahteraan , psikososial serta perlindungan murid.

Hal ini merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah dan kementerian dalam mendampingi keluarga yang tengah berduka. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melalui perwakilan tersebut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya anak tersebut. Ia menekankan, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi dan berharap kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja  dan ini merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak tentang  pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Kunjungan ke kediaman almarhum dilakukan perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah NTT terdiri Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT, Risyono dan disaksikan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada.

Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga. Bantuan tersebut diterima  pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek) dan Dominikus Nou (paman). Dominikus, mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Sebelumnya, melalui pernyataan resmi Kemendikdasmen menegaskan, kondisi emosional anak dipengaruhi  berbagai faktor kompleks yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mendiang Yohanes sendiri tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), namun kementerian menekankan, perlindungan anak tidak boleh berhenti pada dukungan finansial semata.

Kementerian berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *