catrawarta.com — Jemaah harus menjaga stamina fisik menjelang puncak haji. Pasalnya, kegiatan ibadah memang memerlukan fisik yang kuat. Karena itu, sebaiknya jemaah membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu, seperti ziarah atau jalan-jalan.
Ketua Musyrif Diny, KH Cholil Nafis menegaskan hal itu. Ia mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Persiapan energi yang matang sebelum memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menurutnya merupakan hal yang mutlak.
”Kita jangan haji mumpung ketika dalam masa menunggu. Jangan sampai tenaga sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang apalagi hanya main-main atau jalan-jalan. Itu dikendalikan dulu. Tolong fokus kepada penyiapan stamina karena nanti haji membutuhkan fisik yang kuat,” tandas Cholil Nafis dari Makkah seperti dikutip dari laman mui.or.id.
Wakil Ketua Umum MUI itu menjelaskan sebagai ganti dari aktivitas ziarah yang menguras energi, ia menyarankan jamaah untuk memperbanyak amalan ibadah di dalam ruangan atau hotel tempat menginap. Jemaah hendaknya fokus berzikir dan beriktikaf.
Ia menekankan, apabila kondisi fisik tidak memungkinkan, jemaah tidak perlu memaksakan diri setiap waktu solat ke Masjidil Haram. Menurutnya, Allah SWT Maha Mengetahui niat baik setiap hambaNya.
Inti Prosesi Haji
Sementara itu, Tri Suyutiyanto selaku Karom 4 mengungkapkan kabar dari Tanah Suci bahwa minggu ini seluruh jemaah haji akan bergerak ke Armusna. Ia menjelaskan hal itu merupakan inti prosesi haji.
Mereka akan bergerak ke Arofah tanggal 8 Zulhijah untuk menginap. Hari berikutnya, pada 9 Zulhijah, jemaah haji akan menjalani wukuf atau puncak haji. Malamnya mabit di Muzdalifah kemudian tanggal 10 pagi bergeser ke Mina untuk melempar jumroh aqobah.
Tiga hari berikutnya berturut turut dari tgl 11, 12, dan 13 jamaah melempar jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah aqabah selanjutnya kembali ke Makkah.
Tri memaparkan, karena beratnya prosesi, ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, tidak harus mengejar yang sunah seperti solat 5 waktu di Masjidil Haram, apalagi umroh sunah berkali kali.
Yang tak kalah penting, ia minta jemaah yang keluar hotel selalu memakai kalung nusuk karena ketatnya pemeriksaan. Tahun ini pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan yang sangat ketat. Ketika melihat jemaah tidak membawa kartu nusuk akan dikeluarkan ke Jedah.
Pemeriksaan dilakukan tidak hanya di satu titik melainkan berulang di banyak titik menuju Masjidil Haram. Apabila jemaah harus keluar, ajak teman, hindari pergi sendirian apalagi mereka yang perempuan dan lansia.

Terus Perbaiki Kualitas, BGN Tutup Sementara 1.152 SPPG 