catrawarta.com — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan shalat Iduladha bersama warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris, Prancis. Agenda itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di sela kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis, Selasa (26/5/2026).
“Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha dan silaturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris,” kata Teddy dalam keterangannya, Selasa (26/5).
Bagi warga Indonesia yang tinggal jauh dari tanah air, Iduladha bukan hanya urusan ibadah tahunan. Hari raya juga menjadi ruang untuk kembali merasa dekat dengan kampung halaman, keluarga, dan suasana sosial yang mungkin sudah lama tidak mereka temui secara langsung. Di luar negeri, pertemuan di KBRI sering menjadi semacam rumah bersama. Di sana, bahasa Indonesia terdengar lagi, makanan khas hadir di meja, dan kabar dari tanah air terasa lebih dekat.
Presiden Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa pagi waktu setempat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan yang sebelumnya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat beberapa kali mengalami penjadwalan ulang.
“Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit (kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu, dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” ungkap Teddy.
Kunjungan ke Prancis bukan hanya dibaca sebagai agenda diplomatik antara dua negara. Di sisi lain, kehadiran Presiden di tengah WNI pada momen Iduladha memberi warna yang berbeda. Negara hadir bukan hanya melalui pertemuan resmi, kerjasama strategis, atau protokol kenegaraan, tetapi juga melalui perjumpaan yang lebih dekat dengan warganya yang ada di luar negeri.
Teddy menyebut Indonesia dan Prancis memiliki kerja sama penting di berbagai bidang. “Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” pungkas Teddy.
Ia juga menilai hubungan kedua negara punya posisi yang saling melengkapi. “Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara itu Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia khususnya Asia Tenggara menuju kawasan Eropa,” imbuh Teddy.
Di tengah agenda diplomasi itu, shalat Iduladha bersama WNI menjadi pengingat bahwa hubungan negara dengan warganya tidak selalu dibangun lewat pidato besar. Kadang, ia hadir melalui momen sederhana, berkumpul, bersalaman, beribadah, dan merawat rasa Indonesia di tanah yang jauh.
Bukan pertama kalinya Presiden Prabowo tetap menjalankan ritual keagamaan di sela-sela kunjungan diplomasinya. Pada tahun 2025, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri ibadah umroh saat kunjungannya kenegaraan di Arab Saudi.

Siapa yang Kurban, Siapa yang Jadi Korban 