Warta

Hati-hati, Mata Aman Hanya saat Melihat Gerhana Matahari Total 100 Persen

catrawarta.com — Gerhana matahari total akan melintasi sejumlah wilayah di dunia. Tidak semua wilayah bisa menyaksikan secara total. Masyarakat Kota Mekah misalnya,...

Total solar eclipse a black sun with a pale blue corona against a starry space background
Ilustrasi gerhana matahari.(Sumber: freepik)

catrawarta.comGerhana matahari total akan melintasi sejumlah wilayah di dunia. Tidak semua wilayah bisa menyaksikan secara total. Masyarakat Kota Mekah misalnya, akan mengalami gerhana matahari total 100 persen pada 2 Agustus 2026. Selain itu, sejumlah wilayah lain juga mengalaminya seperti Siberia (Rusia), Greenland bagian timur, pesisir barat Islandia, Spanyol bagian utara, dan sebagian kecil wilayah Portugal, pada 12 Agustus 2026.

Peristiwa langka dan spektakuler ini hanya dapat diamati di sepanjang jalur yang relatif sempit di permukaan bumi. Gerhana juga dapat dilihat di wilayah lain, namun bulan tidak menutupi matahari sepenuhnya.

Dikutip dari nationaleclipse.com dan timeanddate.com, mereka yang ingin melihat gerhana matahari wajib menggunakan kacamata atau alat bantu lihat khusus gerhana yang aman selama fase gerhana sebagian berlangsung.

Kacamata hitam bisa tidak menjamin keamanan mata sehingga tidak direkomendasikan, jadi harus ekstra hati-hati untuk menyaksikan secara langsung. Mata aman bisa melihat langsung saat tepat gerhana 100 persen, meleset sedikit saja missal 99,99 persen, mata bisa rusak.

Kerusakan Mata Permanen

Masih dari nationaleclipse.com, menatap langsung ke arah matahari saat gerhana dapat menyebabkan kerusakan mata permanen atau bahkan kebutaan. Kacamata khusus gerhana atau alat bantu lihat yang aman wajib digunakan selama gerhana matahari.

Paparan cahaya, meskipun hanya dalam jumlah kecil saat gerhana parsial misalnya 99,99 persen, tetap berbahaya. Satu-satunya momen yang aman untuk menyaksikan gerhana total tanpa pelindung mata yang memadai adalah pada periode singkat totalitas, Ketika matahari tertutup sepenuhnya 100 persen oleh bulan.

”Jika Anda tidak berada di jalur totalitas, tidak ada saat yang aman untuk melihat gerhana dengan mata telanjang tanpa pelindung. Mencoba menyaksikan gerhana menggunakan teropong binokular, teleskop, kamera, atau perangkat lain yang tidak dilengkapi filter surya khusus pada bagian depannya sangatlah berbahaya,” jelas media tersebut.

Diingatkan pula, waktu dan durasi dapat sangat bervariasi bahkan di dalam satu kota yang sama, dan beberapa kota mungkin hanya sebagian wilayahnya yang masuk ke dalam jalur totalitas. Guna mengetahui waktu mulai, waktu berakhir, dan durasi totalitas yang tepat bagi lokasi spesifik pada hari gerhana, bisa menggunakan peta gerhana interaktif yang dikembangkan oleh Xavier Jubier yang ada di sejumlah laman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *