catrawarta.com — Peringatan Hari Kesadaran Functional Neurological Disorder (FND) setiap 13 April menyoroti satu fakta penting dalam dunia medis: gangguan neurologis ini bukanlah kondisi langka, namun masih kerap luput dari pemahaman publik.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, FND adalah gangguan yang memengaruhi fungsi sistem saraf tanpa adanya kerusakan struktural yang jelas pada otak. Gejalanya beragam, mulai dari kelumpuhan, tremor, gangguan berjalan, hingga kejang non-epileptik.
Sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa FND memiliki prevalensi sekitar 80 hingga 140 kasus per 100.000 orang, dengan insidensi 10 hingga 22 kasus baru per 100.000 orang per tahun. Angka ini menempatkan FND sebagai salah satu diagnosis yang cukup sering ditemui dalam praktik neurologi klinis.
Ahli neurologi dari Universitas Indonesia, Siti Setiati, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penanganan FND terletak pada persepsi. “Karena tidak tampak pada pemeriksaan pencitraan, pasien seringkali tidak langsung mendapatkan diagnosis yang tepat, padahal gejalanya nyata dan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Organisasi FND Hope mencatat bahwa peningkatan kesadaran menjadi kunci dalam mempercepat diagnosis dan penanganan. Tanpa pemahaman yang memadai, pasien berisiko mengalami keterlambatan terapi yang berdampak pada kualitas hidup.
Dalam beberapa laporan internasional, kasus FND bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir, termasuk pada kelompok usia produktif. Kondisi ini mempertegas bahwa FND bukan hanya isu kesehatan individu, tetapi juga memiliki implikasi sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Di Indonesia, tantangan tersebut diperparah oleh stigma terhadap gangguan saraf dan mental. Padahal, pendekatan penanganan FND membutuhkan kolaborasi multidisipliner yang mencakup neurologi, psikiatri, psikologi, dan rehabilitasi medis.
Hari Kesadaran FND menjadi momentum untuk memperluas literasi kesehatan masyarakat. Di tengah berkembangnya ilmu kedokteran, pemahaman terhadap gangguan seperti FND menjadi penting agar tidak ada kondisi yang terabaikan hanya karena tidak terlihat secara kasat mata.

Tak Ada Plastik Daun Pisang Pun Jadi, Substitusi Rasional & Ketahanan Ekonomi Lokal 