Warta

Hari Jadi Kota Manado 14 Juli, Ketika ‘Sitou Timou Tumou Tou’ Membingkai Falsafah Hidup Saling Peduli

Satu hal yang tak banyak masyarakat tahu soal Kota Manado. Ada falsafah ‘Sitou Timou Tumou Tou’ soal memanusiakan manusia.

Ilustrasi hari jadi kota manado 14 juli dan jembatan ikonik
Ilustrasi Hari Jadi Kota Manado 14 Juli dan jembatan ikonik. (dok. Cakraloka)

catrawarta.comSelain Hari Pajak Nasional, Pemerintah menetapkan 14 Juli sebagai Hari Jadi Kota Manado. Tak sedikit orang mengenal Manado sebagai kota wisata yang berikon Bunaken. Jelas benar, hal ini lantaran Manado merupakan kota yang bisa disinggahi sebelum pengunjung menginjakkan kaki di Bunaken.

Namun, tak banyak orang yang tahu soal cara hidup masyarakat di Kota Manado dari masa ke masa. Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dengan 11 kecamatan dan 87 kelurahan ini sejatinya punya falsafah hidup yang agung.

Mereka memiliki semboyan daerah yang sering dikenal sebagai ‘Sitou Timou Tumou Tou’. Penggalan kata itu punya arti mendalam soal cara pandang masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Artinya adalah ‘orang hidup untuk menghidupi orang lain’. Menurut penelitian berjudul ‘Situou Timou Tumou Tou sebagai Wujud Misi Gereja’ oleh Priscila F Rampengan, falsafah itu merupakan salah satu slogan hidup dari masyarakat Minahasa di masa lampau.

Rupanya, falsafah hidup suku Manado yang kental dengan kepedulian terhadap sesama ini pertama kali dikenalkan oleh Pahlawan Nasional asal Kota Manado, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau Sam Ratulangi.

Sebagai seorang tokoh intelektual dan Pahlawan Nasional beragama Kristen, filosofi hidup yang beliau wariskan ini lahir dari akar iman yang sangat mendalam, yaitu Hukum Kasih.

Di tengah sistem kolonial yang penuh diskriminasi, Sam Ratulangi tidak memilih menikmati prestise dari gelar doktornya. Ia justru kembali ke tanah air dan memanfaatkan pengetahuan serta pengaruh yang dimilikinya untuk memperjuangkan penghapusan kerja paksa, mendirikan sekolah, serta meningkatkan martabat masyarakat yang tertindas. Baginya, setiap manusia memiliki nilai yang sama berharganya.

Punya Makna Mendalam

Secara etimologi, Sitou Timou Tumou Tou dapat dipecah menjadi beberapa kata. “Si” adalah penunjuk orang, “Tou” menunjuk pada manusia. Jika digabung, maka istilah ini memiliki makna pendek seperti manusia sebagai makhluk hidup mampu mandiri dan bertanggung jawab.

“Timou” dan “Tou” berarti manusia atau orang yang dilahirkan dan hidup. Sedangkan “Timou” dan “Tou” berarti membuat manusia untuk ikut bertanggung jawab, ikut membentuk kehidupan sebagai sesama manusia.

Jika secara filosofis, makna istilah ini sebenarnya jauh lebih dalam. ‘Sitou Timou Tumou Tou’ menekankan jika manusia tidak bisa menjadi manusia seutuhnya ketika dia telah lahir saja. Namun, manusia bisa menjadi entitas seutuhnya jika setiap manusia bisa memperlakukan manusia lainnya dengan baik dengan rasa peduli.

Dengan demikian, kemanusiaan pada hakikatnya dibangun melalui hubungan dengan sesama. Jati diri seseorang tidak terbentuk secara terpisah, melainkan tercermin dari bagaimana ia memperlakukan orang lain

Nilai yang terkandung dalam falsafah ‘Sitou Timou Tumou Tou’ berpusat pada semangat kebersamaan dan kasih terhadap sesama manusia. Prinsip ini mendorong terciptanya hubungan yang saling menumbuhkan, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa tekanan, dominasi, ataupun diskriminasi.

Menurut akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Ellen Joan Kumaat, dikriminasi ini juga berarti tidak memisahkan suatu entitas hanya karena memiliki perbedaan etnis dan gender saja.

“Makna si tou timou menunjukkan manusia yang tidak statis, tetapi terus berkembang. Makna lainnya adalah kesetaraan dalam hal apapun termasuk etnis dan gender,” ujar Ellen.

Selain itu, prinsip hidup suku Minahasa ini juga punya slogan ‘Torang Samua Basudara’ yang mirip dengan makna ‘Bhinneka Tunggal Ika’, artinya semua merupakan satu darah yang sama sebagai saudara.

Semangat tersebut menjadi salah satu landasan yang membentuk karakter masyarakat Kota Manado sehingga dikenal memiliki kepedulian dan keramahan terhadap orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *