Warta

Harga CPO Indonesia Tertinggal, APKASINDO Ungkap Penyebabnya

catrawarta.com — Presiden Prabowo Subianto menyinggung pengalaman Indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi mengingat Indonesia merupakan salah...

Presiden prabowo subianto menyinggung pengalaman indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng
Presiden Prabowo dalam pidato pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).

catrawarta.comPresiden Prabowo Subianto menyinggung pengalaman Indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi mengingat Indonesia merupakan salah satu negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Prabowo menilai kelangkaan minyak goreng mencerminkan masih adanya persoalan dalam tata kelola perekonomian nasional yang menyebabkan potensi kekayaan Indonesia justru mengalir ke luar negeri.

Ia mencontohkan perbedaan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia dengan harga di pasar internasional. Menurut Prabowo, harga CPO Indonesia dalam kontrak ekspor berada di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, sementara harga di pasar internasional, seperti Rotterdam, Belanda, dapat mencapai Rp27.000 per kilogram.

“Kelapa sawit itu di kita, harganya Rp15 ribu per kilogram ya, di harga internasional Rp27 ribu. Kita Rp14 ribu-Rp15 ribu, siapa yang nikmati Rp13 ribunya? Hampir 50 persen. Jadi permainan inilah yang menusuk hati kita,” kata Prabowo dalam pidato pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7).

Prabowo juga menyampaikan laporan CEO Danantara Rosan Roeslani mengenai pengelolaan devisa oleh PT DSI. Menurutnya, perusahaan tersebut yang baru beroperasi selama satu bulan dua minggu telah mengelola devisa senilai US$10,5 miliar atau sekitar Rp188,265 triliun.

Close up of oil palm tree with several dark fruit clusters around the trunk and green fronds above
Tandan buah sawit. (dok Gapki)

“Semua tahu, negara penghasil sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal, saudara-saudara,” ujar Prabowo.

Proses Tender Harga CPO 

Kementerian Pertanian mencatat Indonesia sebagai salah satu eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Pada 2025, devisa ekspor minyak sawit dilaporkan mencapai US$23 miliar atau sekitar Rp391 triliun.

Man in a batik shirt and black cap speaks at a desk with multiple flags in the background
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Gulat Medali Emas Manurung. (dok Setara Sawit)

Total produksi sawit Indonesia saat ini mencapai sekitar 56 juta ton. Sementara itu, ekspor berbagai produk olahan sawit tercatat menembus 32 juta ton.

Di tengah besarnya produksi dan ekspor tersebut, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Gulat Medali Emas Manurung menjelaskan bahwa harga CPO domestik terbentuk melalui mekanisme tender di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Menurut Gulat, harga yang terbentuk dalam proses tender sangat bergantung pada penawaran dari pembeli CPO. Mekanisme tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga CPO domestik tertahan dan tertinggal dari harga di pasar internasional.

“Harga CPO kita tertahan oleh penawaran tender. Misalnya KPBN membuka harga Rp15.800 per kilogram, tetapi pembeli hanya menawar Rp15.600 per kilogram, maka harga yang terbentuk tetap Rp15.600. Mekanisme inilah yang membuat harga CPO domestik sulit bergerak lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip dari Setara Sawit.

Gulat meminta pemerintah mencermati lebih dalam mekanisme pembentukan harga CPO domestik serta kesenjangan harga dengan pasar internasional.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tata kelola industri sawit, tetapi juga berdampak langsung terhadap harga tandan buah segar (TBS) dan kesejahteraan jutaan petani kelapa sawit di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *