Warta

Drama Pemuda Bantul Berpura-pura Jadi Korban Klitih untuk Sembunyikan Kecelakaan

catrawarta.com — Kabar soal pemuda diserang kelompok motor di Ringroad Manding bikin heboh warga Bantul beberapa waktu lalu. Remaja bernama AWP itu...

Two riders on motorbikes at night a man in a teal shirt brandishes a knife toward the other rider creating a dangerous scene
Ilustrasi Klitih. Sumber: catrawarta.

catrawarta.comKabar soal pemuda diserang kelompok motor di Ringroad Manding bikin heboh warga Bantul beberapa waktu lalu. Remaja bernama AWP itu bilang dia jadi sasaran pengeroyokan saat melintas malam hari.

Ia tinggal di Sabdodadi, usia 28 tahun, dan ceritanya cepat menyebar lewat unggahan media sosial. Tapi polisi tak langsung percaya begitu saja. Mereka telusuri semua jejak digital, rekaman CCTV, juga periksa satu per satu keterangan dari orang-orang dekat sang remaja. Hasil akhirnya? Semua tudingan ternyata tidak berdasar sama sekali.

Bukan serangan, ternyata AWP terjatuh karena tabrak tiang listrik saat berkendara. Menurut penjelasan dari Iptu Rita Hidayanto – perwira humas Polres Bantul – hasil cek di lokasi menunjukkan cerita korban tak sesuai kenyataan. Petugas kepolisian mengumpulkan bukti dan menyimpulkan insiden itu murni kecelakaan tunggal. Tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami tegaskan, kejadian di Ringroad Manding itu bukan kasus kejahatan jalanan atau pengeroyokan, melainkan murni kecelakaan lalu lintas tunggal. Korban menabrak tiang lampu jalan,” ujar Iptu Rita Hidayanto saat memberikan keterangan kepada media.

Bukan hal biasa, ternyata ketakutan pada orang tua jadi alasan utama. Dari cerita yang dibuat AWP, ada delapan orang naik empat motor yang menghadang dan melukainya pakai senjata tajam – padahal itu semua tidak terjadi. Ia hanya ingin menyembunyikan satu hal: kecelakaan karena kurang hati-hati saat berkendara. Di tengah kondisi ibu yang sedang sakit, kabar seperti itu bisa membuat beban bertambah berat.

“Motif korban mengaku menjadi korban kejahatan jalanan adalah karena rasa takut. Korban tidak ingin ibunya yang saat ini sedang dalam kondisi sakit merasa syok atau khawatir jika mengetahui anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas,” ungkap Iptu Rita menjelaskan motif pelaku.

Begitu polisi dari Polres Bantul menggeledah tempat kejadian, hal aneh langsung muncul satu per satu. Orang-orang yang dulu diam kini bicara – pemilik warung, tetangga dekat – semua bilang suasana waktu itu sunyi, tak ada rombongan motor lewat. Justru yang mereka temukan adalah serpihan body Honda Vario si korban tersebar di tanah, berserakan. Bagian kap lampu jalan ikut copot karena benturan keras dari kendaraan yang melintas.

Menghadapi bukti rekaman CCTV dan kesaksian warga yang tidak bisa dibantah, AWP akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

“Setelah dikonfrontasi dengan fakta-fakta penyelidikan, keterangan korban akhirnya berubah. Ia mengakui tidak ada kekerasan atau pengeroyokan yang dialaminya. Kejadian sebenarnya adalah ia kehilangan kendali dan menabrak tiang besi di Dusun Nogosari, Trirenggo,” jelas Iptu Rita memungkasi.

Pernyataan dari aparat keamanan menyarankan warga berpikir dulu sebelum menyebarkan kabar yang belum jelas asalnya, lantaran isu bohong bisa bikin suasana jadi tegang serta membuat banyak orang gelisah. Meskipun niat awal baik, penyebaran cerita tanpa dasar malah menciptakan masalah baru yang tak perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *