Warta

DIY & Australia Perkuat Kerja Sama Industri Kulit dari Hulu Hingga Hilir

catrawarta.com — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus membuka peluang kerja sama internasional di sektor industri kreatif. Terbaru, DIY menjajaki penguatan kolaborasi dengan...

Sri Sultan HB X dan Dubes Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono. (Humas Pemda DIY)

catrawarta.comDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus membuka peluang kerja sama internasional di sektor industri kreatif. Terbaru, DIY menjajaki penguatan kolaborasi dengan Australia dalam pengembangan industri kulit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah ini mengemuka dalam pertemuan antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta,  akhir Maret 2026.

Pertemuan tersebut membahas potensi sinergi strategis antara kedua wilayah. Australia memiliki keunggulan dalam penyediaan bahan baku kulit berkualitas tinggi, sementara DIY dikenal sebagai salah satu pusat industri pengolahan kulit tradisional yang kuat di Indonesia.

Kolaborasi ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk kulit sekaligus memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun internasional.

Duta Besar Siswo Pramono menyatakan, kerja sama ini berangkat dari kebutuhan yang saling melengkapi. Ia menilai hubungan perdagangan yang telah terjalin, khususnya di sektor peternakan sapi, menjadi pondasi kuat untuk pengembangan industri kulit ke tahap hilir.

“Pasokan bahan baku dari Australia sangat melimpah, sementara Indonesia khususnya DIY memiliki keunggulan dalam kreativitas dan pengolahan produk kulit. Ini kombinasi yang sangat potensial,” ujarnya.

Respons Positif Pemerintah Australia

Menurutnya, rencana kerja sama tersebut juga telah mendapatkan respons positif dari Pemerintah Australia. Bahkan, komunikasi awal telah dilakukan dengan pihak terkait di Australia untuk menjajaki realisasi kolaborasi tersebut.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyambut baik peluang kerja sama ini sebagai upaya memperkuat sektor industri lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk kulit DIY di pasar global.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala DPMPTSP DIY Ghofar Ismail, Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati, Kepala Bapperida DIY Danang Setiadi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, serta Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Kurniawan.

Turut hadir pula delegasi pelaku usaha dan pemasok kulit dari Australia, serta perwakilan Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI), yang semakin memperkuat peluang kolaborasi konkret antara pelaku industri kedua pihak.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok industri kulit, tetapi juga mendorong inovasi produk, peningkatan kualitas, serta pembukaan akses pasar ekspor yang lebih luas bagi pelaku industri di DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *