catrawarta.com — Masyarakat korban bencana Sumatra mulai menggeliat. Perekonomian warga terlihat hidup dengan meningkatnya transaksi online seperti sebelum bencana. Bahkan memperlihatkan perkembangan menjelang Lebaran.
Bukti lain, menggeliatnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari meningkatnya transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Transaksi tak hanya secara langsung tetapi online melalui platform e-commerce.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) tentang UMKM, jumlah transaksi tercatat mencapai 7.461.422, meningkat tajam dibandingkan 23 Januari 2026 yang masih berada di kisaran 1.029.598 transaksi.
Satgas menghimpun data dari aktivitas penjualan di sejumlah platform digital seperti Tokopedia, TikTok, dan Shopee. Seluruh toko daring tersebut penuh dengan transaksi UMKM daerah bencana.
Rincian berdasarkan provinsi, peningkatan transaksi juga terlihat di masing-masing wilayah. Misalnya di Aceh, jumlah transaksi tercatat sekitar 10.230 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi 24.841 transaksi pada 4 Maret. Jumlah yang sangat tinggi peningkatannya.
”Di Sumatera Utara, transaksi e-commerce tercatat 285.737 transaksi pada 4 Februari dan meningkat signifikan menjadi sekitar 2.162.858 transaksi pada 4 Maret. Begitu pula di Sumatera Barat, jumlah transaksi tercatat 1.867.456 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi sekitar 2.173.688 transaksi pada 4 Maret,” papar Maman.
Infrastruktur Telekomunikasi Pulih
Ia menambahkan, kecuali transaksi, jumlah produk UMKM melalui pemasaran digital juga tercatat stabil. Di Aceh terdapat sekitar 1.396 produk UMKM yang dipasarkan melalui e-commerce, di Sumut sebanyak 631 produk, dan di Sumbar sekitar 101 produk.
Menurut Maman, peningkatan aktivitas perdagangan digital karena dukungan pulihnya infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana beberapa waktu lalu.
”Satgas mencatat sebanyak 11.143 base transceiver station (BTS) yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi atau pulih 100 persen. Secara rinci, 3.815 BTS di Aceh, 5.845 BTS di Sumatera Utara, dan 1.483 BTS di Sumatera Barat, semuanya sudah pulih total,” imbuhnya.
Jaringan telekomunikasi yang telah pulih dan normal membuat masyarakat dapat mengakses kembali layanan komunikasi dan internet. Mereka juga bisa melakukan aktivitas perdagangan secara digital melalui berbagai platform.
Maman menegaskan, peningkatan aktivitas perdagangan digital tak lepas dari program ”UMKM Sumatera Bangkit”. Program tersebut membantu pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana agar dapat memasarkan produknya seperti sebelum bencana, bahkan lebih berkembang.

Benarkah BGN Sembelih 19.000 Sapi Tiap Hari untuk Makan Bergizi Gratis? 