Warta

Berburu TBC di Daerah Terpencil, Pentingnya Skrining Massal Gunakan X-ray Portable

catrawarta.com — Wilayah terpencil menjadi perhatian serius pemerintah untuk menanggulangi penyakit TBC. Perlu langkah khusus untuk menjangkau serta melakukan skrining pada warga...

Man in white shirt shakes hands with a man in a purple shirt as a small crowd watches outdoors in a rural setting
TERPENCIL: Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin mengunjungi daerah terpencil yang rentan penyakit TBC.(Sumber: kemenkes)

catrawarta.comWilayah terpencil menjadi perhatian serius pemerintah untuk menanggulangi penyakit TBC. Perlu langkah khusus untuk menjangkau serta melakukan skrining pada warga dengan lokasi jauh dari akses kesehatan.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menurunkan petugas dengan peralatan X-ray portable untuk menjangkau wilayah terpencil. Metode ini diawali dengan pelacakan (tracing) ketat terhadap kontak serumah pasien TBC.

Langkah yang dilakukan yakni deteksi dini berbasis teknologi hingga perbaikan infrastruktur hunian bagi para penyintas. Metode tersebut diawali dengan pelacakan (tracing) ketat terhadap kontak serumah pasien TBC.

Tak hanya medis, pemerintah juga meluncurkan program renovasi rumah bagi pasien. Hal itu untuk memastikan sirkulasi udara yang sehat guna mendukung proses penyembuhan sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan keluarga.

”Penanganan TBC tidak cukup hanya dengan obat. Lingkungan tempat tinggal juga harus sehat agar pasien bisa sembuh optimal dan tidak menularkan ke orang lain,” ujar Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin saat kunjungan kerja di Jayapura seperti disiarkan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman.

Rendahnya Penemuan Kasus

Benjamin mengungkapkan TBC di Papua menyumbang sekitar 4 persen kasus nasional. Tantangan terbesar saat ini yakni rendahnya angka penemuan kasus dan kendala geografis yang menghambat akses layanan kesehatan.

Guna memperluas jangkauan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mendorong penguatan intervensi berbasis masyarakat. Ia meminta setiap wilayah mengaktifkan program Desa dan Kelurahan Siaga TBC secara serentak.

”Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat akar rumput,” jelas Akhmad Wiyagus dalam kesempatan yang sama.

Kemendagri juga mendesak pemerintah daerah untuk segera menetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD). Pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC di tingkat lokal dinilai krusial agar intervensi di lapangan lebih terukur.

Kolaborasi Penuh Pemerintah

Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menyatakan kesiapan jajarannya untuk berkolaborasi penuh dengan pemerintah pusat. Ia optimistis sinergi lintas sektor dapat menjawab tantangan kesehatan yang selama ini membayangi Papua.

”Kami memiliki komitmen kuat. Dengan dukungan pusat dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis penanganan TBC di Papua dapat berjalan jauh lebih baik dari sebelumnya,” tandas Mathius.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya peran kader dan keluarga sebagai pendamping minum obat. Pendekatan humanis bertujuan memastikan pasien memiliki kepatuhan tinggi hingga dinyatakan sembuh total oleh tenaga medis.

”Pendekatan berbasis komunitas sangat penting. Pasien tidak boleh merasa sendiri. Harus ada dukungan dari keluarga, kader, dan lingkungan sekitar,” pinta Benjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *